Jakarta, katada.id- Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi mengingatkan pemerintah agar mewaspadai potensi lonjakan harga tiket transportasi, terutama pada sektor penerbangan dan angkutan darat.
Mori mengatakan sejumlah masalah masih membayangi layanan transportasi nasional. Di sektor penerbangan, kekurangan armada pesawat pasca pandemi dinilai belum teratasi. Padahal pemerintah telah mengucurkan sekitar Rp22 triliun untuk pengadaan dan perawatan pesawat Garuda Indonesia dan Citilink.
“Tambahan armada ini diperkirakan baru tuntas pada 2032,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11).
Ia juga menyoroti praktik kenaikan tarif angkutan darat yang dinilai tidak sesuai aturan tuslah.
“Tuslah resmi hanya 20–30 persen, tapi kenaikannya bisa mencapai 100 persen. Ini jelas tidak wajar,” tegas legislator Partai NasDem itu.
Mori meminta Kementerian Perhubungan bertindak tegas terhadap operator yang menaikkan harga di luar ketentuan. “Pengawasan harus diperketat. Jika melanggar, izinnya harus dicabut,” katanya.
Untuk transportasi laut, Mori menilai ada perbaikan khususnya pada layanan penyeberangan. Namun ia menegaskan pentingnya pendataan manifest penumpang secara lengkap demi keselamatan. “Jika terjadi kecelakaan, kita harus mengetahui nama penumpang dan isi kapal dengan jelas,” ujarnya. (*).













