Scroll untuk baca artikel
DaerahNasionalPendidikanPolitik

Dikhawatirkan Merusak Nama Baik Kampus, BEM Unram: Kita Ingin Pemilihan Rektor Unram Bersih

×

Dikhawatirkan Merusak Nama Baik Kampus, BEM Unram: Kita Ingin Pemilihan Rektor Unram Bersih

Sebarkan artikel ini
Ketua BEM Unram, (Istimewa)

Mataram, Katada.id – Suhu politik di Universitas Mataram (Unram) terus memanas jelang pemilihan rektor (Pilrek periode 2025-2029. Bagaimana tidak, “Jegal-Menjegal” bakal calon dikhawatirkan merusak nama baik Unram.

Menyikapi itu, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unram memastikan untuk turun tangan, menginvestigasi dinamika internal. Hal itu diungkap Ketua BEM Unram, Lalu Nazir Huda

Menurut dia, langkah itu diambil untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan bebas dari kepentingan politik sempit.

“Kita, mahasiswa mencoba untuk menginvestigasi. Karena secara kelembagaan, kita belum mengambil sikap, tapi tidak berarti kita diam,” ujar Nazir dalam podcast Bicara Santai, Jumat (24/10).

Nazir mengakui, sejumlah persoalan yang muncul di lingkungan kampus turut mendorong BEM mengambil langkah tersebut.

“Beberapa persoalan hari ini, termasuk isu jegal-menjegal itu, menjadi perhatian kami,” katanya.

Ia menegaskan, BEM Unram ingin menjaga nama baik kampus yang dikenal sebagai universitas terbaik di Nusa Tenggara Barat itu.

“Kita tidak ingin isu yang beredar justru merusak nama almamater atas dasar kepentingan pemilihan rektor,” tegas Nazir.

Menurutnya, semua pihak seharusnya berfokus pada visi besar untuk memajukan Unram di tingkat nasional.

“Kenapa kita tidak sama-sama punya inisiatif membangun Unram di kancah nasional?” sindirnya.

Nazir mengungkapkan, investigasi yang dilakukan BEM mencakup berbagai aspek yang kini ramai diperbincangkan, termasuk sidang kode etik dan dinamika politik internal.

“Kita merasa situasi ini tidak baik-baik saja. Maka perlu ada pengawasan agar prosesnya tidak hanya menjadi kepentingan politik, tapi juga memberi transparansi bagi mahasiswa,” pungkasnya.

BEM Unram berkomitmen memastikan Pilrek berlangsung sehat tanpa praktik saling menjatuhkan antar calon.

“Kita tidak ingin pemilihan rektor berubah jadi ajang saling jegal. Kita sedang menginvestigasi agar prosesnya bersih dan fair,” tutup dia) (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *