Jakarta katada.id- Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menerima kunjungan delegasi Dewan Federasi Rusia (Federation Council) di Jakarta.
Pertemuan bilateral tersebut digelar untuk memperkuat implementasi kemitraan strategis Indonesia–Rusia melalui jalur diplomasi parlemen.
Hal itu diungkap Wakil Ketua BKSP DPD RI, Mirah Midadan Fahmid belum lama ini. Senator yang biasa disapa Mirah itu menegaskan pentingnya diplomasi parlemen untuk pelengkap hubungan antarnegara yang selama ini didominasi jalur eksekutif.
Menurutnya, parlemen memiliki peran strategis dalam memperkuat hubungan antarmasyarakat dan antardaerah kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Mirah menyampaikan tiga poin utama kerja sama.
Pertama, mendorong interaksi masyarakat yang lebih erat melalui peningkatan minat pembelajaran Bahasa Rusia di Indonesia dan Bahasa Indonesia di Rusia. Upaya ini dapat diperkuat melalui pertukaran dosen, mahasiswa, serta penyelenggaraan program budaya secara reguler.
“Tujuannya adalah membangun ekosistem pembelajaran bersama, termasuk dalam bidang tata kelola pemerintahan daerah dan pengembangan smart city,” ujar Mirah.
Poin kedua, Mirah mendukung pengembangan program capacity building antarwilayah. Pengalaman dan praktik terbaik dari kedua negara dinilai dapat memperkaya kerja sama antar pemerintahan daerah melalui skema sister city, sister province, hingga sister village.
Ketiga, Mirah mendorong perluasan jejaring antar-senat di kawasan dan tingkat global. BKSP DPD RI mengajak Dewan Federasi Rusia untuk mendukung pembentukan Forum Senat Asia Tenggara serta membangun jejaring dengan senat negara-negara BRICS.
“Langkah ini penting untuk memperkuat diplomasi senat sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas, khususnya di sektor ekonomi dan pendidikan,” kata Mirah.
Sebagai informasi, pertemuan itu diharapkan menjadi momentum penguatan hubungan bilateral Indonesia–Rusia yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berbasis kerja sama antar daerah. (*)













