Lombok Barat, katada.id- Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Lombok Barat (Lobar) kembali mengukuhkan eksistensinya di panggung olahraga nasional. Rafka Mandala Prasetiyo, siswa berbakat dari madrasah tersebut, sukses menyabet gelar Juara I, ajang bergengsi Kejuaraan Nasional Kyokushinkai Super Fight SLC Cup 2026 – Road to Japan.
Kompetisi yang berlangsung pada 24–25 Januari 2026 di Fairway Nine Mall, Surabaya ini merupakan agenda resmi Dai Kyokushin Karate Indonesia (DKKI). Kemenangan ini sekaligus membuka peluang lebar bagi Rafka untuk melangkah ke kancah internasional di Jepang.
Turun di kategori Kumite Junior Putra kelas 50 kg, Rafka tampil dominan sejak babak penyisihan. Menghadapi ratusan atlet karate terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia, ia menunjukkan teknik full-contact yang disiplin dan mental petarung yang tangguh hingga berhasil menapaki podium tertinggi.
Keikutsertaan Rafka dalam ajang ini bukan tanpa alasan. Ia berangkat membawa mandat resmi dari Pengurus DKKI Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai representasi atlet unggulan daerah.
Kepala MAN Lombok Barat, H. Kemas Burhan, S. Pd. M. Pd., menyampaikan apresiasi mendalam atas torehan tinta emas anak didiknya tersebut. Ia menegaskan bahwa prestasi ini merupakan validasi bahwa siswa madrasah mampu bersaing di level tertinggi, baik akademik maupun non-akademik.
“Alhamdulillah, ini adalah bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya pusat ilmu agama, tapi juga kawah candradimuka bagi atlet nasional. Prestasi Ananda Rafka adalah kebanggaan bagi keluarga besar Kementerian Agama,” ujarnya, Minggu (25/1).
H. Kemas juga berkomitmen bahwa MAN Lobar akan terus memberikan ruang seluas-luasnya bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat melalui pembinaan ekstrakurikuler yang terukur.
Senada dengan Kepala Madrasah, Pembina Karate MAN Lobar, M. Haezan, S. Sos.I, mengungkapkan bahwa kunci sukses Rafka terletak pada konsistensi latihan.
“Mandala (Rafka) memiliki kedisiplinan di atas rata-rata. Prestasi ini adalah buah dari proses panjang dan mentalitas pantang menyerah yang ia tunjukkan selama di pusat pelatihan,” jelas Haezan.
Sementara itu, sang juara Rafka Mandala Prasetiyo tak mampu menyembunyikan rasa harunya saat diwawancarai. Ia mempersembahkan medali emas tersebut untuk orang tua dan almamater tercinta.
“Semoga ini menjadi langkah awal saya untuk membawa nama baik Indonesia di level internasional mendatang,” ungkapnya optimistis.
Kemenangan ini diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi siswa-siswi di lingkungan Kementerian Agama untuk terus berani bermimpi dan mengukir prestasi di kancah nasional maupun internasional. (*)













