Bima, katada.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima kembali menorehkan capaian positif di bidang pelayanan kesehatan. Prestasi nasional ini terukir dalam kepemimpinan Bupati Ady Mahyudi dan Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy.
Bagaimana tidak, Pemkab Bima berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori Madya atas keberhasilan meningkatkan cakupan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan ijin diserahkan Selasa (27/1/2026) di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, serta Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.
Untuk diketahui UHC Award merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil mewujudkan cakupan perlindungan kesehatan menyeluruh bagi masyarakat.
Kabupaten Bima tercatat sebagai salah satu dari 394 kabupaten/kota dan 31 provinsi di Indonesia yang menerima penghargaan bergengsi ini. Capaian ini menandai peningkatan signifikan kinerja Pemkab Bima dalam penyelenggaraan JKN. Sebelumnya, Kabupaten Bima meraih UHC Award pertama pada 2024, kemudian meningkat ke kategori Pratama pada 2025, dan kini kembali naik ke kategori Madya pada 2026 seiring peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti dalam sambutannya menyebut pencapaian UHC Indonesia tergolong luar biasa.
“Dalam kurun waktu sekitar 10 tahun, Indonesia mampu mencapai Universal Health Coverage. Sementara negara lain seperti Austria dan Belgia membutuhkan waktu hingga 70 tahun untuk mencapai cakupan serupa. Ini dicapai melalui sinergi lintas sektor, pemanfaatan teknologi, serta kerja sama yang kuat dengan Kementerian Kesehatan,” ujarnya.
Bupati Bima Ady Mahyudi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil dari komitmen konsisten Pemerintah Daerah dalam mendukung Program JKN sebagai salah satu program strategis nasional.
“Pemerintah Kabupaten Bima terus mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah ke dalam Program JKN guna memperluas cakupan perlindungan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data BPJS Kesehatan tahun 2025, cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan di Kabupaten Bima telah mencapai minimal 98 persen, dengan tingkat keaktifan kepesertaan 85 persen, serta kontribusi Pemerintah Daerah lebih dari 10 persen dari jumlah penduduk.
“Ke depan, Pemkab Bima akan terus berupaya meningkatkan kepesertaan dan keaktifan agar layanan kesehatan dapat diakses secara adil dan merata oleh seluruh masyarakat,” tegasnya. (*)













