Mataram, Katada.id- Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, mendesak Pemerintah Provinsi NTB memastikan ketersediaan ikan di pasar tetap terjaga, harga stabil, serta perlindungan bagi nelayan menjelang bulan suci Ramadhan.
Menurut Mirah, upaya tersebut pentin@g dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus melindungi nelayan sebagai produsen utama sektor perikanan.
Meski demikian, ia menilai persoalan di lapangan tidak hanya terletak pada ketersediaan stok ikan, melainkan juga pada sistem distribusi yang belum merata dan berkeadilan.
“Stok yang tersedia harus dibarengi dengan sistem distribusi yang adil. Masalah di lapangan sering kali bukan ada atau tidaknya ikan, tetapi bagaimana pasokan itu sampai ke pasar rakyat dengan harga yang terjangkau,” ujar Mirah, Kamis (29/1/2026).
Ia menegaskan, menjelang Ramadhan pemerintah daerah perlu mengambil langkah-langkah yang adaptif dan berpihak pada rakyat, baik nelayan sebagai produsen maupun masyarakat sebagai konsumen. Stabilitas harga ikan dinilai menjadi kunci agar masyarakat pesisir dan konsumen tidak terbebani lonjakan harga.
Selain aspek distribusi dan harga, Mirah juga menekankan pentingnya perlindungan sosial bagi nelayan, khususnya mereka yang terdampak tidak melaut akibat faktor cuaca.
“Nelayan bukan hanya soal produksi, tetapi juga keberlangsungan hidup. Saat mereka tidak bisa melaut karena cuaca, harus ada jaring pengaman ekonomi yang jelas,” tegasnya.
Mirah meminta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB untuk terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait serta Dinas Sosial, guna memastikan penyaluran bantuan insidentil bagi nelayan berjalan tepat sasaran. Ia juga mendorong agar skema perlindungan nelayan diperluas dan diperkuat.
Selain itu, Senator Mirah menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis kepada pemerintah daerah, meliputi penguatan sistem distribusi ikan antarwilayah, optimalisasi rantai dingin (cold chain logistics), pengembangan perikanan budidaya sebagai penyangga pasokan musiman, intervensi pasar untuk stabilisasi harga, serta penguatan perlindungan sosial dan asuransi nelayan.
“Jika pasokan aman, harga terkendali, dan nelayan terlindungi, maka ketahanan pangan berbasis perikanan di NTB akan tetap terjaga, khususnya menjelang Ramadhan,” tutupnya. (*)













