Jakarta, katada.id – Wakil Ketua Badan Kerja Sama Parlemen (BKSP) DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, mengungkapkan bahwa sektor pendidikan menjadi jangkar utama dalam kemitraan strategis Indonesia–Australia. Terutama mendorong kerja sama subnasional yang berdampak langsung bagi daerah.
Penegasan itu disampaikan Mirah saat memimpin Rapat Kerja BKSP DPD RI bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia, beberapa waktu lalu. Rapat kerja tersebut membahas penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, ekonomi, budaya, serta pembangunan daerah.
Mirah menjelaskan, hubungan Indonesia dan Australia telah berada pada level Comprehensive Strategic Partnership sejak 2018 dan semakin diperkuat melalui Rencana Aksi Kemitraan 2025–2029. Dalam kerangka tersebut, pendidikan dinilai sebagai fondasi utama penguatan hubungan jangka panjang kedua negara.
“Setiap tahun sekitar 20 ribu pelajar Indonesia menempuh pendidikan di Australia. Selain itu, lebih dari 13 ribu alumni Australia Awards kini berkontribusi aktif di berbagai sektor, mulai dari birokrasi, dunia usaha, hingga pengabdian di masyarakat,” ujar Mirah.
Selain pendidikan, Mirah juga menyoroti kerja sama ekonomi Indonesia–Australia yang terus berkembang. Pada 2024, nilai perdagangan bilateral kedua negara tercatat mencapai sekitar A$35,4 miliar. Meski demikian, ia menilai investasi Australia di Indonesia, terutama di tingkat daerah, masih perlu diperluas.
Menurut Mirah, kerja sama subnasional menjadi kunci agar kemitraan strategis kedua negara tidak hanya berhenti di level pemerintah pusat, tetapi mampu menjawab kebutuhan riil daerah.
Dalam rapat kerja tersebut, Mirah turut memaparkan berbagai potensi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kepada pihak Australia. Potensi itu meliputi penguatan kerja sama pendidikan, ketahanan air, penanggulangan kebencanaan, hingga peluang investasi daerah berbasis skema Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA).
“Kolaborasi yang kita dorong harus konkret dan langsung menyentuh kebutuhan daerah serta masyarakat,” tegas anggota DPD RI asal NTB ini.
BKSP DPD RI berharap terbangun sinergi Indonesia–Australia yang lebih kuat dan inklusif, sekaligus mendorong peran daerah sebagai motor utama pembangunan nasional (*)













