Scroll untuk baca artikel
Daerah

Bawaslu dan PWI NTB Siap Kolaborasi Literasi Politik Masyarakat

×

Bawaslu dan PWI NTB Siap Kolaborasi Literasi Politik Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Komisioner Bawaslu NTB dan pengurus PWI NTB usai gelar pertemuan di kantor PWI NTB. (foto istimewa)

Mataram, katada.id – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Nusa Tenggara Barat bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) NTB menjajaki kolaborasi dalam memperkuat literasi politik masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk membangun kesadaran demokrasi yang sehat, khususnya di kalangan generasi muda.

Ketua Bawaslu NTB, Itratif, mengatakan meski saat ini belum memasuki tahapan pemilu maupun pilkada, pendidikan dan literasi politik tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.

“Media massa memiliki peran krusial dalam menentukan arah demokrasi, khususnya dalam memberikan kesadaran dan literasi politik kepada masyarakat,” ujarnya saat bersilaturahmi dengan jajaran pengurus PWI NTB di Kantor PWI NTB, Mataram, Senin.

Menurutnya, pendidikan politik tidak hanya berfungsi sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, integritas, dan tanggung jawab warga negara.

“Demokrasi yang kuat lahir dari masyarakat yang cerdas, kritis, dan memiliki kepedulian terhadap proses demokrasi,” tegasnya.

Itratif menjelaskan, Bawaslu NTB saat ini tengah berupaya meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan edukasi pengawasan partisipatif, khususnya bagi pelajar.

Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Bawaslu dalam menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak dini kepada generasi penerus bangsa. Dengan pendekatan edukatif dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya pendidikan dan literasi demokrasi serta peran aktif masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.

Ia menilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan masa depan demokrasi bangsa. Karena itu, peningkatan literasi demokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan, penyelenggara pemilu, organisasi pers, dan media massa.

“Kami mengapresiasi peran organisasi pers, termasuk PWI dan media massa, dalam membantu kerja-kerja pengawasan dan memberikan pemahaman politik kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Ketua PWI NTB, Ahmad Ikliluddin, menyampaikan apresiasi atas ajakan Bawaslu NTB untuk memperkuat pemahaman dan literasi politik masyarakat. Menurutnya, pers memiliki peran penting dalam membentuk masyarakat yang sadar politik dan mampu menyaring informasi di tengah derasnya arus berita.

“Ini bertujuan memperkuat pemahaman publik terhadap isu politik, etika pers, serta meminimalisir dampak berita bohong,” ujarnya.

Selain itu, PWI NTB juga terus mendorong peningkatan kompetensi wartawan agar mampu menghasilkan karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif bagi masyarakat, terutama di tengah masifnya informasi di media sosial.

Ia menegaskan, PWI siap ikut andil dalam kerja sama bidang sosialisasi, edukasi, dan literasi politik guna mencerdaskan masyarakat pemilih.

“Pers memiliki peran strategis dalam menginformasikan masyarakat melalui karya jurnalistik yang memberi harapan dan optimisme, baik kepada pemerintah maupun masyarakat. Termasuk dalam membangun iklim demokrasi yang sehat di NTB,” tegas Ikliluddin. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *