Bima, katada.id- Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (DPRD NTB), Muhammad Aminurlah, berjanji mengawal aspirasi warga Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, terkait kondisi jalan rusak yang dinilai menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
Komitmen itu disampaikan politisi Partai Amanat Nasional (PAN) yang akrab disapa Aji Maman saat menggelar Sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kamis (12/2).
“Jalan (Pantura) ini satu-satunya akses utama perputaran ekonomi warga. Saya akan berjuang membahas pengaspalan jalan ini,” tegasnya di hadapan puluhan warga.
Menurut Maman, tindak lanjut atas aspirasi tersebut akan ia sampaikan dalam sidang paripurna DPRD NTB yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.
“Informasi ini akan saya sampaikan langsung kepada Gubernur NTB dalam sidang paripurna nanti,” janjinya.
Anggota Komisi III DPRD NTB itu menegaskan, berbagai aspirasi masyarakat Soromandi akan menjadi perhatian seriusnya.
“Saya akan terus bersuara lantang di DPRD NTB dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Bima,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti minimnya alokasi anggaran dari Pemerintah Provinsi NTB untuk wilayah Bima pada tahun ini.
“Tahun ini daerah Bima tidak mendapatkan alokasi anggaran dari provinsi NTB. Karena itu, saya akan terus menyampaikan kepada Gubernur NTB apa yang menjadi kebutuhan masyarakat kita hari ini. Saya adalah tongkat estafet masyarakat dalam menyampaikan amanah dan aspirasi,” ujarnya.
Sebelumnya, warga menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan lintas provinsi di Kecamatan Soromandi yang disebut rusak parah dan belum mendapat perhatian serius dari Pemprov NTB.
“Ini menjadi hal mendasar, Pak Dewan. Kami ingin menyampaikan secara langsung bahwa kondisi jalan itu sangat memprihatinkan untuk dilalui. Kami rindu perhatian pemerintah provinsi untuk pembangunan dan perbaikan jalan tersebut,” ujar Juli, perwakilan warga Desa Punti.
Ia menegaskan, jalan tersebut merupakan akses utama yang menunjang perputaran ekonomi masyarakat Soromandi sehingga membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah provinsi.
“Jalan ini adalah akses utama ekonomi masyarakat. Kami minta ini benar-benar menjadi perhatian serius,” pungkasnya. (*)













