Mataram, katada.id – Ditengah tantangan pengendalian gulma di lahan pertanian Dan perkebunan, PT CBA Chemical Industry menghadirkan inovasi herbisida AMOFOS 200 SL yang kini menjadi pilihan utama petani.
Produk ini dikenal efektif menekan pertumbuhan gulma berdaun lebar maupun jenis rumput liar tanpa merusak tanaman utama.
Herbisida berbentuk larutan cair (SL) ini mengandung Amonium Glufosinat 200 g/L atau setara dengan Glufosinat 182,7 g/L, tergolong dalam golongan HRAC H. Formulasinya dirancang untuk bekerja secara kontak dan sistemik, sehingga cepat menghentikan aktivitas fotosintesis gulma dan membuat hasilnya tampak dalam waktu singkat.
“AMOFOS 200 SL kami formulasikan untuk kebutuhan lapangan petani Indonesia yang berhadapan dengan gulma keras, terutama di kebun padi Dan jagung atau Tanaman Belum Menghasilkan. Dengan dosis yang tepat, hasilnya optimal dan aman bagi tanaman utama,” ungkap perwakilan PT CBA Chemical Industry, Ardian sugianto, Jumat (07/11).
Dalam petunjuk penggunaannya, AMOFOS 200 SL direkomendasikan dengan dosis 1,875 hingga 2,5 liter per hektar, diaplikasikan melalui penyemprotan volume tinggi pada gulma berdaun muda dan aktif tumbuh. Penggunaan sebaiknya dilakukan pada cuaca cerah, serta dihindari saat hujan dalam waktu enam jam setelah aplikasi.
Beberapa jenis gulma yang dapat dikendalikan antara lain gulma daun lebar seperti Ageratum conyzoides, Borreria alata, dan Chromolaena odorata, serta gulma rumput seperti Axonopus compressus dan Ottochloa nodosa.
Selain efektivitasnya, produk ini juga menekankan aspek keselamatan. PT CBA Chemical Industry mengimbau petani agar selalu menggunakan alat pelindung diri saat melakukan penyemprotan, serta menjauhkan produk dari jangkauan anak-anak dan sumber air.
Dengan kualitas yang terjaga dan kinerja lapangan yang terbukti, AMOFOS 200 SL semakin memperkuat reputasi PT CBA Chemical Industry sebagai salah satu produsen pestisida nasional dengan slogan “Quality is Priority.”
Kini Herbisida ini tersedia di Toko Berkah Utama Kota Bima.













