Jakarta, katada.id– Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, menyampaikan sejumlah isu strategis terkait pembangunan daerah Nusa Tenggara Barat (NTB). Hal itu Ia sampaikan pada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dalam rapat bersama Badan Kerjasama Parlemen (BKSP) DPD RI beberapa waktu lalu. Kemitraan itu mencakup potensi kolaborasi internasional, tantangan perubahan iklim, hingga persiapan menuju Konferensi Perubahan Iklim COP30.
Mirah menjelaskan bahwa NTB memiliki peluang besar memperluas kerja sama global di berbagai sektor prioritas. Di antaranya energi terbarukan, pengelolaan pesisir, ketahanan pangan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan yang selama ini menjadi fokus pembangunan daerah.
“NTB memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis dalam berbagai kerja sama internasional. Dengan dukungan Kemenlu, ruang kolaborasi itu bisa terbuka lebih luas,” ujarnya senator Jilbab Pink ini.
Ia juga menyoroti dampak nyata perubahan iklim yang dirasakan masyarakat NTB, mulai dari kekeringan berkepanjangan, ancaman kenaikan permukaan laut, hingga tekanan terhadap ekosistem pesisir. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan diplomasi dan penguatan kapasitas melalui kemitraan global.
Mirah berharap Kemenlu dapat memberi perhatian lebih terhadap isu-isu kedaerahan, sekaligus memastikan NTB memiliki posisi dalam agenda global menjelang COP30 mendatang. Upaya ini, katanya, merupakan bagian dari komitmennya untuk membawa suara daerah ke tingkat nasional dan internasional.
“Saya ingin memastikan NTB tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut terlibat dalam percakapan global, terutama terkait perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan,” tegas senator perwakilan NTB ini. (*)













