Bima, katada.id – Operasi pencarian terhadap balita bernama Muhammad Ibad Andillah (4), warga Desa Rato, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, yang dilaporkan hilang terseret arus Sungai Kampo Sigi masih terus berlangsung hingga Selasa (3/3).
Memasuki hari kedua, tim SAR gabungan membagi area pencarian menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas jangkauan penyisiran.
Informasi kejadian pertama kali diterima Kantor SAR Mataram pada Senin (2/3) melalui Sekretaris Desa Rato, Abdul Majid. Berdasarkan laporan, korban sebelumnya bermain di bantaran sungai bersama temannya. Korban kemudian diketahui berenang seorang diri sebelum akhirnya terseret arus dan hilang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Bima langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian. Namun hingga pukul 22.00 WITA pada hari pertama, hasil pencarian masih nihil. Operasi SAR kemudian dihentikan sementara untuk evaluasi dan dilanjutkan kembali pada Selasa (3/3) pukul 06.00 WITA.
Koordinator Pos SAR Bima, M. Firdaus, mewakili Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, menjelaskan bahwa pada hari kedua pencarian, strategi operasi diperluas.
“Area pencarian dibagi menjadi dua SRU. SRU 1 melakukan penyisiran sungai sejauh 5,91 kilometer dari titik awal kejadian. Sementara SRU 2 menyisir ke arah hilir sejauh 2 nautical mile (NM),” jelasnya.
Operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Pos SAR Bima, TNI, Polri, BPBD Kota Bima, Tagana, Babinsa Desa Rato, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian.
Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian. Tim SAR gabungan terus berupaya maksimal menyisir aliran Sungai Kampo Sigi dengan harapan korban segera ditemukan. (*)













