Scroll untuk baca artikel
Daerah

Banjir Rusak Infrastruktur NTB, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Alam

×

Banjir Rusak Infrastruktur NTB, Gubernur Iqbal Tekankan Pentingnya Menjaga Keseimbangan Alam

Sebarkan artikel ini
Gubernur NTB Saat Memberikan Tausiah Ramadhan di Masjid Agung Kota Bima

Kota Bima, katada.id – Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal menyoroti kerusakan infrastruktur jalan provinsi yang kian parah akibat banjir. Hal itu disampaikannya saat Safari Ramadan Pemerintah Provinsi NTB di Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima, Senin (2/3/2026) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Gubernur didampingi Wakil Gubernur NTB serta jajaran Pemprov NTB. Turut hadir Wakil Wali Kota Bima Feri Sofiyan, Sekretaris Daerah Kota Bima, para asisten dan staf ahli, kepala perangkat daerah, Ketua Baznas NTB, camat dan lurah se-Kota Bima, serta jamaah salat Isya dan tarawih.

Miq Iqbal mengungkapkan, total ruas jalan provinsi di NTB mencapai 81 ruas dengan panjang 934,55 kilometer yang tersebar di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa. Dari jumlah tersebut, sekitar 14 kilometer mengalami kerusakan parah akibat hantaman banjir, sementara puluhan kilometer lainnya rusak berat.

“Saya masih ingat sebelum kami dilantik terjadi banjir besar tahun 2025 di Kabupaten Bima. Kita perbaiki beberapa jembatan dan jalan. Tetapi musim hujan berikutnya datang, jalan hancur lagi, jembatan hancur lagi,” ujarnya.

Menurutnya, kerusakan yang terus berulang tidak semata-mata karena faktor cuaca, tetapi juga akibat menurunnya daya dukung lingkungan dan kerusakan hutan.

Ia menegaskan, pemerintah provinsi memiliki keterbatasan anggaran, namun komitmen memperbaiki infrastruktur dan memulihkan kondisi hutan tetap menjadi prioritas.

“Memang kami belum bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran, tetapi itu tidak mengurangi semangat kami untuk memperbaiki kondisi hutan yang semakin parah,” katanya.

Dalam tausiyah singkatnya, Miq Iqbal mengaitkan momentum Ramadan dengan pentingnya menahan diri dan menjaga keseimbangan alam. Ia menyampaikan bahwa dunia diciptakan dengan segala keterbatasannya terbatas harta, hasil bumi, hutan, dan air sehingga manusia harus mampu mengendalikan diri agar keseimbangan tetap terjaga.

“Terbatas hartanya, terbatas hasil buminya, terbatas hutannya, terbatas airnya. Maka satu-satunya jalan untuk membuat dunia ini tetap seimbang adalah menahan diri,” tegasnya.

Sebelumnya, pada sore hari di lokasi yang sama, Gubernur dan Wakil Gubernur NTB membuka kegiatan Lentera Ramadan 1447 H. Pemerintah Kota Bima melalui TPID bersama Perum Bulog Bima juga menggelar bazar Ramadan dengan menyediakan bahan pokok terjangkau bagi masyarakat.

Pada kesempatan itu, Pemprov NTB melalui Baznas NTB menyerahkan bantuan Rp20 juta kepada takmir Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima. Gubernur juga berkomitmen merevitalisasi sistem audio atau pengeras suara masjid guna menunjang kekhusyukan ibadah jamaah, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *