Catut nama pejabat Kejati NTB, penelpon gelap minta proyek hingga uang terkait kasus Asrama Haji dan Lahan Relokasi Kota Bima

0
Kantor Kejaksaan Tinggi NTB. (foto Kejati NTB)

Mataram, katada.id – Akhir-akhir ini marak penelpon gelap yang mencatut nama pejabat Kejati NTB. Tidak tanggung-tanggung, oknum mengatasnamakan Kajati NTB, Nanang Sigit Yulianto dan Asisten Intelijen Kejati NTB, Munif.

’’Penelpon gelap itu melakukan panggilan ke beberapa pejabat Pemprov NTB maupun kabupaten dan kota. Oknum meminta proyek dan sejumlah dana,’’ kata Kasi Penkum dan Humas Kejati NTB, Dedi Irawan sebagaimana dilansir kejatintb.kejaksaan.go.id.

Contohnya pada 1 Oktober. Oknum penelpon gelap meminta paket proyek kepada PPK Asrama Haji Embarkasi Lombok. Lalu meminta sejumlah dana kepada pihak terkait dengan alasan dana tersebut akan digunakan sebagai dana untuk penyambutan sejumlah tamu dari Kejaksaan Agung RI.

’’Oknum penelpon gelap juga melakukan panggilan kepada Kepala Bagian Hukum Kota Bima terkait kasus pengadaan lahan relokasi banjir Kota Bima yang saat ini dalam tahap penyidikan oleh Kejaksaan Tinggi NTB,’’ terangnya.

Setelah meminta sejumlah dana dengan alasan penyambutan tamu dari Kejaksaan Agung RI, oknum penelpon gelap lainnya kembali muncul. Kali ini meminta sejumlah dana kepada pihak Manager Angkasa Pura I dengan mengatasnamakan sebagai Humas Kejaksaan Tinggi NTB.

’’Dengan adanya kejadian ini Pak Kajati mengimbau kepada seluruh  pihak terkait dan masyarakat apabila mendapatkan panggilan yang mengatasnamakan para pejabat Kejati NTB untuk tidak menanggapinya. Bila perlu melaporkannya kepada aparat berwenang,’’ imbaunya. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here