Mataram, katada.id – Anggota DPRD NTB, Sudirsah Sujanto menyoroti molornya sejumlah proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB.
Ia berjanji akan turun langsung lapangan untuk memastikan kesesuaian dengan data yang diterima dari Dinas PUPR NTB. “Data ini yang disuguhkan ini, apakah sama dengan fakta lapangan. Ini yang ingin kita sinkronkan, sinkronkan data ini dengan fakta yang di lapangan,” kata dia di Gedung DPRD NTB, Kamis, (23/1).
Ia menjelaskan banyak proyek di Dinas PUPR yang progresnya baru mencapai 60-75 persen. Sudirsah mencontohkan progres proyek rehabilitasi gedung Islamic Center Rp 14,1 miliar, rehabilitasi NTB Mall Rp 1,2 miliar, penataan Kejati NTB Rp 1,3 miliar, Rehabilitasi Masjid At-Taqwa Rp 1,5 miliar, dan lainnya.
“Ini kan baru 60 persen progres Islamic Center, belum rehabilitasi NTB Mall. Kemudian penataan kejati ini baru 75 persen kan. Kemudian ada rehabilitasi Masjid At- Takwa,” sebutnya.
Jika berdasarkan temuan di lapangan data tidak sesuai dengan fakta lapangan, ia akan meminta audit investigasi terhadap dinas PUPR. “Kalau tidak sesuai data-data yang disuguhkan dengan fakta lapangan, maka kami akan memberikan rekomendasi tentunya kepada pimpinan untuk bersurat ke BPK untuk melakukan audit investigasi,” tehas dia.
Saat ditanya kapan rencananya akan turun ke lapangan, Sudirsah menjelaskan, pihaknya akan turun dalam waktu dekat. “Rencananya turun satu dua hari lagi untuk cek kondisi lapangan,” ujarnya.
Sebelum itu, Plt Kadis PUPR Lies Nurkomalasari membenarkan ada proyek yang pekerjaannya masih 60 persen. Namun, itu hanya proyek pengadaan lift Islamic Center. “Iya. Yang 60 persen itu hanya Islamic Center. Hanya itu,” kata dia.
Ia melanjutkan, proyek lift tersebut harus diimpor dari German, kemudian melewati negara China baru sampai di Indonesia. “Liftnya dari German. Kita masih menunggu sekitar Februari,” bebernya. (din)