Mataram, katada.id- Kepala Bagian (Kabag) Kemahasiswaan Universitas Bima Internasional MFH (Unbim) Syahrul, S.Sos., M.M angkat suara, menyusul kritik EK LMND Mataram. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah menjanjikan beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada mahasiswa. Ia juga tidak pernah mengambil uang sebagai dalih atau janji apa pun yang berkaitan dengan beasiswa di Unbim MFH.
“Seluruh tuduhan maupun dugaan yang disampaikan oleh pihak-pihak tertentu tidak benar dan menyesatkan,” tegas Sahrul, saat di konfirmasi katada.id, Rabu Malam (28/1/2026).
Sahrul menegaskan bahwa pernyataan itu siap dipertanggung jawabkan secara moral dan hukum di tingkat manapun.
“Perlu saya tegaskan, dalam menjalankan tugas, saya berada di bawah pengawasan langsung pimpinan dan bekerja sesuai dengan ketentuan serta mekanisme yang berlaku,” ungkapnya.
Ia kemudian meminta kepada mahasiswa yang merasa pernah dijanjikan beasiswa oleh dirinya atau merasa telah menyerahkan uang kepadanya untuk mengadukan ke pihak berwenang.
“Saya persilahkan secara terbuka, agar persoalan ini dapat diuji dan diselesaikan secara objektif dan transparan,” tutup Sahrul.
LMND Ungkap Bongkar Dugaan Jual Beli Beasiswa KIP
Sebelumnya, LMND Mataram mengungkap indikasi jual beli Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah Tahun 2025 di Unbim MFH. Dugaan penyalahgunaan beasiswa tersebut diduga dilakukan oknum Dosen inisial S dan INM.
Modusnya, oknum Dosen tersebut meminta sejumlah uang kepada calon penerima beasiswa dengan iming-iming dapat diloloskan sebagai penerima KIP Kuliah.
“Berdasarkan pengakuan mahasiswa, ia diminta uang sebesar Rp13 juta agar dinyatakan lolos sebagai penerima KIP Kuliah,” ungkap Rangga, pengurus EK LMND Kota Mataram. (*)













