FORDAS-LH Gandeng DPD RI Bahas Pendidikan Lingkungan untuk NTB Bebas Sampah

0
ForDAS-LH menggelar dialog dengan anggota DPD RI, Evi Apita Maya, Kamis (12/3) malam.

Mataram, Katada.id – Forum Daerah Aliran Sungai dan Lingkungan Hidup (FORDAS-LH) menggelar dialog dengan anggota DPD RI, Evi Apita Maya, Kamis (12/3). Kegiatan ini bertajuk pendidikan lingkungan untuk NTB Hijau, Zero Waste dan Ekowisata.

Ketua FORDAS-LH NTB, Markum mengatakan, kegiatan ini sengaja menggandeng Evi Apita Maya. Karena anggota DPD dapil NTB itu membidangi Komite III, khusus fokus pada persoalan pendidikan lingkungan dan pariwisata. Di samping itu, NTB syarat akan masalah lingkungan.

“Pada prinsipnya kita mempercepat proses-proses serta misi-misi untuk NTB hijau dan asri,” kata Markum.

Selain itu, kata dia, suporting tata kelola lingkungan dan perilaku yang baik harus didukung ketersediaan sarana dan prasarana. “Pendidikan lingkungan ini bisa diartikan pendidikan formal, seperti muatan lokal, dan bisa diintegrasikan dengan pendidikan lainnya,” terangnya.

Tata kelola sampah yang baik itu, menurut dia, tidak hanya soal kebijakan. Kebijakan apapun jika tidak didukung ketersediaan sarana dan prasarana akan percuma. “Persoalan kita ini adalah persoalan tekhnis. Juga keteladan kepemimpinan penting menjadi contoh, jika keteladanan tidak ada, percuma orang bersuara lantang bebas sampah, sementara di lingkungannya sendiri tidak baik,” jelasnya.

Program Zero Waste Pemprov, bagi dia, sesuatu yang strategis. Menurutnya program ini bisa dielaborasi dengan kondisi DAS NTB yang setiap saat sangat memprihatinkan. Akibat dari masalah DAS kurang baik maka dampak masalahnya akan berakibat buruk pada krisis air di tengah masyarakat.

“Masalah ini serius dan harus ditangani secara serius. Kalau tidak ditangani maka potensi konflik sosial itu meningkat,” ucapnya.

Di sisi lain, Markum mengatakan ekowisata akan tergantung pada tata kelola lingkungan yang bersih dan bebas dari masalah sampah. Di sini sangat dibutuhkan energi pemerintah, serta kepandaiannya dalam membaca peluang peningkatan potensi wisata di NTB.

Sementara realitasnya dari data yang dihimpunnya, seperti di daerah Gili Trawangan dalam satu hari ada 7 sampai 10 ton sampah tidak terurus. Dibuang di sembarang tempat. Padahal kalau dilihat luas Gili Trawangan hanya 15 kilo meter (km) persegi.

“Yang perlu diingat pelaku wisatawan asing alergi dengan sampah, ini penting bagi pemerintah memperketat penjagaan, NTB asri, bukan hanya bicara hijau tetapi bicara penataan lingkungan yang baik,” ujarnya.

Sejauh ini Fordas NTB memiliki komitmen jangka panjang dan akan terus mengadekan dialog dengan beberapa pemangku kebijakan, terutama di legislatif. Dialog yang diadakan untuk mengetahui kebijakan seperti apa strategi yang tengah direncanakan terkait isu lingkungan di NTB.

“Kita di FORDAS-LH NTB selanjutnya akan agendakan dialog-dialog, tentu dengan mengajak anggota DPR kita ditingkat pusat dan daerah, dengan dialog itu formulasi mereka untuk isu lingkungan bisa kita ketahui, serta langkah apa yang mereka lakukan untuk iklim lingkungan di daerah ini,” terangnya.

Disamping itu, ia singgung iklim cuaca yang semakin hari semakin tidak menentu. Dikarenakan adanya emisi global. “Perubahan iklim kita sudah tidak karuan, yang tadinya kita berharap hujan, namun tidak ada hujan begitu juga sebaliknya, ini sebabnya emisi global, tidak bisa dipungkiri,” pungkasnya. (rif)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here