Lombok Utara, Katada.id – Proyek pembangunan gedung baru DPRD Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali memicu kritik pedas. Belum sempat ditempati secara resmi oleh para wakil rakyat, gedung megah yang menelan anggaran besar tersebut dilaporkan sudah mengalami berbagai kerusakan serius di sejumlah titik.
Wakil Ketua II DPRD KLU, I Made Kariyasa, yang melakukan peninjauan langsung ke lokasi mengaku geram melihat kondisi bangunan. Ia menemukan kebocoran pada atap hingga material plafon yang sudah ambrol sebelum gedung itu mulai difungsikan.
Kondisi ini seolah mengonfirmasi kekhawatirannya terkait rendahnya kualitas pengerjaan proyek. Made Kariyasa menyebutkan kerusakan terjadi secara merata, baik di area depan maupun belakang gedung.
“Saya melihat langsung, ada kebocoran dan plafon yang sudah jatuh di beberapa titik. Di bagian depan ada yang jatuh, di belakang juga ada. Ini sangat disayangkan,” ungkap Made Kariyasa dengan nada kecewa, Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, potret buruk pembangunan ini menjadi cermin bahwa aspek kualitas seringkali terabaikan. “Dari segi kualitas, bagi saya ini kurang memuaskan. Saya minta segera diperbaiki. Pembangunan kantor pemerintah ke depan harus mengutamakan kualitas agar tidak merugikan daerah,” tegasnya.
Melihat temuan tersebut, Made Kariyasa mengaku tidak tinggal diam. Ia telah menghubungi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas terkait untuk segera mengambil langkah tegas terhadap pihak pelaksana proyek.
“Saya sudah WA PPK-nya. Apapun alasannya, ini harus segera diperbaiki oleh kontraktor. Mumpung masih dalam masa tanggung jawab mereka,” katanya.
Selain soal atap dan plafon, Kariyasa juga menyoroti detail lain seperti kualitas cat yang mulai mengelupas meski gedung masih baru. Ia juga mengkritik desain taman di depan kantor yang dinilainya asal-asalan dan kurang estetis.
“Jangan buat taman seperti buat tempat sampah, cuma kotak begitu saja tanpa ditata. Harus ada nilai estetikanya,” sindir politisi senior ini.
Sejatinya, Sekretariat DPRD KLU sudah mulai bersiap untuk melakukan perpindahan aktivitas kantor dari gedung lama ke gedung baru. Ruangan-ruangan kerja, termasuk ruang pimpinan, dilaporkan sudah hampir siap digunakan. Namun, rentetan kerusakan ini membuat rencana tersebut kembali menggantung.
“Persiapan pindah sebenarnya sudah jalan, ruangan saya pun sudah siap. Tapi sekali lagi, ada persoalan fisik yang belum selesai. Kami tidak mau pindah kalau kondisinya masih rusak begini,” pungkasnya. (ham)













