Scroll untuk baca artikel
Daerah

Gedung Perpustakaan Senilai Rp 10 Miliar Mulai Dibangun

×

Gedung Perpustakaan Senilai Rp 10 Miliar Mulai Dibangun

Sebarkan artikel ini
PELETAKAN BATU PERTAMA: Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu (tengah pakai topi) melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung perpustakaan, didampingi Wakil Bupati Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan (belakang kiri bupati), di Desa Gondang Kecamatan Gangga

Lombok Utara, Katada.id- Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) membangun gedung pelayanan perpustakaan di eks Gedung Serbaguna di Desa Gondang Kecamatan Gangga. Peletakan batu pertama dilaksanakan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, Senin (7/6).

Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu mengatakan, pihaknya bersyukur atas akan dibangunnya gedung perpustakaan tersebut. Apalagi diketahui jika minat baca warga di daerah yang ia pimpin masih cukup rendah. Kehadiran perpustakaan ini diharapkan bisa mendukung gerakan gemar membaca yang digalakkan Pemda Lombok Utara.

“Mudahan pembangunan ini akan bawa manfaat bagi daerah lebih-lebih sekarang ini minat baca kita kurang kalah dengan minat main handphone,” jelasnya.

Menurut Politisi PKB itu, kehadiran teknologi berupa gadget terus berkembang setiap hari. Ia tidak ingin hal tersebut justru menurunkan minat masyarakat untuk membaca.

“Dengan berdirinya ini, semoga minat baca kita semua akan timbul tumbuh kembali supaya pengetahuan dari gemar baca justru banyak hal yang bisa kita lakukan,” tandas dia.

Sementara Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah KLU Lalu Mustain mengatakan, bangunan tersebut akan dibangun 2 lantai. Anggarannya mencapai Rp 10 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebelum pembangunan dilaksanakan, internal dinas awalnya sempat memilih lokasi di Kecamatan Tanjung, namun karena sejumlah pertimbang akhirnya berubah di Kecamatan Gangga.

“Kita ajukan sejak 2019 lalu, kita diberi Rp 2 miliar untuk rehab dan Rp 1 miliar lagi untuk renovasi. Tapi pada 2020 anggaran itu sempat hilang karena covid, dan sekarang alhamdulillah muncul lagi nilainya kurang lebih Rp 10 miliar,” beber dia.

Dipilihnya lokasi eks gedung serbaguna sebagai tempat pembangunan lantaran lokasinya yang cukup strategis. Sebab sarana perpustakaan idealnya harus mudah dijangkau masyarakat. Terlebih lokasi tersebut berada di pinggir jalan. Jika lokasi tidak berubah dan tetap dibangun di Tanjung, maka gedung tersebut berada jauh di dalam.

“Gedung perpustakaan harus strategis, makanya dipindahkan, tidak jadi pakai di Tanjung. Padat pemukiman dan dekat dengan sekolah selain itu untuk pemerataan ekonomi di Gangga,” jelas dia.

Khusus untuk jumlah buku yang tersedia disebutkan Mustain sekitar 30 ribu eksemplar atau 11 judul buku. Sedangkan terkait personel yang akan ditempatkan di perpustakaan tersebut, dia mengaku jumlahnya masih minim lantaran terkendala tenaga ASN terbatas. Pihaknya berharap supaya ke depan setelah gedung jadi, ada keberpihakan anggaran.

“Disamping sarana dan prasarana, kami kekurangan tenaga. Padahal gerakan membaca ini harus dalam diri kita sendiri. Selain peletakkan batu pertama kita juga launching Aplikasi E-Pustakalotara,” pungkas dia.(ham)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *