Mataram, katada.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal akhirnya melakukan rotasi dan mutasi besar-besaran pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. Perombakan ini dilakukan pascapenerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru yang mulai berlaku awal 2026.
Rotasi dan mutasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur NTB Nomor 800.1.3.3/05/BKD/2026 dan dilaksanakan di Pendopo Gubernur NTB, Jumat (9/1/2026).
Langkah ini disebut sebagai bagian dari penyesuaian birokrasi dan penyegaran organisasi seiring perubahan struktur pemerintahan daerah.
Sejumlah pejabat eselon II mengalami pergeseran posisi strategis. Kepala Satpol PP NTB Fathul Gani dipercaya mengisi jabatan Asisten I Setda NTB, sementara Asisten I Setda NTB Fathurrahman dipindahkan menjadi Kepala BPSDMD NTB.
Kepala DP3AP2KB NTB Surya Bahari ditunjuk sebagai Kepala Bakesbangpoldagri NTB. Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Masyhuri bergeser menjadi Kepala Dinas Sosial dan PPA NTB, sedangkan Kepala Dinas Perdagangan NTB Jamaluddin Malady mengisi posisi Kepala Biro Pemerintahan Setda NTB.
Rotasi juga menyentuh sektor ketenagakerjaan dan kebencanaan. Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB Aidy Furqan kini menjabat Kepala Disnakertrans NTB, sementara Kepala Dinas PUPR NTB Sadimin ditunjuk sebagai Pelaksana Kepala BPBD NTB.
Perubahan penting terjadi di sektor perencanaan dan komunikasi. Kepala BPSDMD NTB Baiq Nelly Yuniarti menjadi Kepala Bappeda NTB, sedangkan Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan Ahsanul Khalik dipercaya sebagai Kepala Diskominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Gubernur NTB.
Sementara itu, Kepala Dinsos NTB Nunung Triningsih ditunjuk menjadi Kepala Satpol PP NTB, dan Kepala Diskominfotik NTB Yusron Hadi bergeser menjadi Staf Ahli Gubernur Bidang Sosial dan Kemasyarakatan.
Di sektor kepemudaan dan ekonomi, Kepala Dispora NTB Wirawan dipercaya memimpin Dinas Koperasi dan UKM NTB. Kepala Biro AP Setda NTB Izzudin Mahili menjabat Kepala Biro Perekonomian dan AP, sedangkan Kepala Biro Umum Setda NTB Muhammad Riadi menjadi Kepala Disnakeswan NTB.
Tak kalah mencuri perhatian, Direktur RSUD NTB dr Lalu Herman Mahaputra ditunjuk sebagai Kepala Bapenda NTB.
Selain rotasi, lima pejabat eselon II juga mengalami penurunan jabatan ke eselon III. Yakni, Najamuddin Amy yang sebelumnya Kepala Dinas (Kadis) Perkim NTB kini menjabat Kepala Bidang (Kabid) Kelembagaan BKD NTB, serta Nuryanti yang sebelumnya Kadis Perindustrian menjadi Kabid Deposit Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB.
Nama lain yang turun eselon antara lain, Kepala Biro Adpim Setda NTB Khaerul Akbar yang kini menjadi Kabid Budidaya Kesehatan Hewan Disnakeswan NTB. Kepala Biro Organisasi Setda NTB Taufiek Hidayat yang kini menjadi Kabid Perlindungan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB. Terakhir, Staf Ahli Gubernur NTB Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur, dan Pembangunan Subhan kini menjadi Kabid di Dinas Sosial dan PPA NTB.
Hingga kini, sejumlah OPD masih belum memiliki pimpinan definitif. OPD tersebut antara lain Dinas PUPR dan Perkim NTB, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB, Dinas Kebudayaan NTB, Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, serta Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga NTB.
Untuk sementara, OPD-OPD tersebut masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt) sambil menunggu penetapan pejabat definitif.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan pelantikan ini merupakan hasil evaluasi kinerja selama lebih dari sepuluh bulan. Dikatakannya, penataan jabatan dilakukan, untuk memastikan birokrasi Pemprov NTB bekerja lebih efektif, profesional, dan selaras dengan visi pembangunan daerah serta visi pemerintah pusat.
“Saya tidak memiliki beban politik dengan siapapun. Penilaian dilakukan secara obyektif berdasarkan loyalitas terhadap visi kepemimpinan, komitmen, dan kinerja,” tegasnya.
Seluruh pejabat yang dilantik menandatangani kontrak kinerja dan dievaluasi secara terukur, baik melalui sistem internal pemerintahan maupun penilaian kepuasan masyarakat.
“Kita sudah kehilangan hampir satu tahun. Sekarang saatnya mesin pemerintahan ini berlari, mengejar target dan visi pembangunan NTB,” ujarnya.
Gubernur juga mengingatkan para pimpinan OPD, agar menjalankan fungsi kepemimpinan dan pembinaan secara tegas, khususnya dalam menegakkan disiplin aparatur. “Kelalaian dalam pembinaan menjadi tanggung jawab langsung pimpinan OPD,” tegasnya.













