Mataram, katada.id – Anggota DPD RI asal NTB Mirah Midadan Fahmid, menegaskan bahwa koperasi tidak boleh lagi diposisikan sebagai penggerak ekonomi pinggiran, melainkan harus
jadi tulang punggung eklonomi rakyat.
Penegasan itu ia sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Badan Urusan Legislasi Daerah (BULD) DPD RI terkait pemantauan dan evaluasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Pemberdayaan Koperasi, kemarin.
Menurut Mirah, tantangan utama koperasi saat ini bukan terletak pada jumlah, melainkan pada produktivitas, tata kelola, serta keberanian koperasi untuk naik kelas ke sektor produksi dan pasar. Ia menilai, banyak koperasi masih terjebak dalam pola lama yang minim nilai tambah bagi perekonomian daerah maupun nasional.
“Koperasi menyentuh banyak orang secara kuantitas, tetapi dampak ekonominya masih kecil. Multiplier effect-nya rendah, baik terhadap ekonomi daerah maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) nasional,” kata Mirah.
Ia memaparkan, berdasarkan data tahun 2024, di NTB tercatat sebanyak 4.008 koperasi aktif, dengan komposisi 71 persen koperasi konsumen, 14 persen koperasi simpan pinjam, dan hanya 12 persen koperasi produsen. Kondisi ini, lanjutnya, sejalan dengan situasi nasional yang juga didominasi koperasi konsumen.
Mirah menilai dominasi koperasi konsumen berdampak negatif karena tidak menciptakan nilai tambah yang signifikan, sebab koperasi hanya berperan sebagai penjual barang. Padahal, koperasi seharusnya terlibat langsung dalam kegiatan produksi, seperti pengolahan hasil pertanian, perikanan, dan sektor potensial lainnya.
“Koperasi tidak cukup hanya bergerak di sektor konsumsi. Kita harus menaikkan level koperasi agar terlibat dalam produksi dan pengolahan, sehingga dampak ekonominya jauh lebih besar,” tegasnya.
Karena itu, Mirah mendorong agar Perda tentang koperasi tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar hadir dalam pendanaan, pendampingan, serta integrasi koperasi dengan pembangunan ekonomi daerah.
“Koperasi harus ditempatkan sebagai instrumen strategis pembangunan ekonomi rakyat. Jika dikelola dengan baik dan diberi ruang untuk tumbuh, koperasi bisa menjadi kekuatan utama ekonomi daerah,” pungkasnya. (*)













