Scroll untuk baca artikel
Daerah

Kabupaten Lombok Utara Deklarasikan Diri sebagai Pusat Peradaban Kurma Tropis Dunia

×

Kabupaten Lombok Utara Deklarasikan Diri sebagai Pusat Peradaban Kurma Tropis Dunia

Sebarkan artikel ini
Simbolis: Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar menanam pohon kurma di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Jumat (20/2/2026). (istimewa)

Lombok Utara, Katada.id– Sebuah langkah visioner diambil Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Bertepatan satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati, H Najmul Akhyar dan Kusmalahadi Syamsuri.

Lombok Utara resmi mendeklarasikan diri sebagai “Pusat Peradaban Kurma Tropis Dunia” di Indonesia. Deklarasi ini dipimpin langsung oleh Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar di Alun-Alun Tioq Tata Tunaq, Jumat (20/2/2026).

Bupati Najmul dalam sambutannya menegaskan bahwa inisiatif ini bukan sekadar tren, melainkan respons atas potensi alam yang luar biasa. Selama berabad-abad, kurma menjadi simbol peradaban, budaya, dan spiritual di Timur Tengah. Kini, Lombok Utara berani mengambil peran sebagai pionir yang menumbuhkan kurma di bawah garis khatulistiwa.

“Daerah kita kaya dengan potensi ini. Dengan deklarasi ini, kita memposisikan diri di garis depan sebagai pusat peradaban kurma tropis di Indonesia,” ujar Bupati Najmul.

Lanjut Najmul, optimisme ini bukan tanpa alasan. Prestasi membanggakan pernah diraih Lombok Utara saat kurma asal daerah ini berhasil meraih predikat kurma terbaik ketujuh di dunia dalam festival kurma di Abu Dhabi tahun lalu. “Ini capaian luar biasa yang membuktikan kualitas kurma kita mampu bersaing di panggung internasional,” tambahnya.

Sebagai langkah konkret, Bupati Najmul mengajak seluruh elemen, mulai dari perkantoran pemerintah, sekolah, hingga fasilitas publik lainnya, untuk mulai menghiasi lingkungan mereka dengan menanam pohon kurma.

Sementara itu, Kadis KP3 KLU, Tresnahadi, mengungkapkan bahwa kurma kini telah menjadi gerakan pertanian masif di KLU. Data mencatat, terdapat 3.007 pohon kurma yang tersebar di lima kecamatan (Gangga, Tanjung, Kayangan, Bayan, dan Pemenang) sejak 2016 hingga 2024. Dari jumlah tersebut, sekitar 224 pohon sudah berbuah dan 500 pohon lainnya mulai mengeluarkan tandan bunga.

Meski demikian, Tresnahadi mengajak masyarakat untuk tetap objektif. Saat ini, sebagian besar populasi kurma di KLU masih berjenis lokal dengan kualitas standar.

“Ke depan, kita akan bertransformasi dari sekadar menanam menjadi agribisnis modern. Kita akan fokus mengembangkan varietas Kurma Barhee, yang dikenal memiliki rasa manis legit dan tekstur lembut, sehingga masuk dalam kualifikasi kelas dunia,” tambahnya.

Kata dia, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berkomitmen untuk melakukan pendampingan teknologi budidaya kurma, baik peningkatan kualitas bibit, serta manajemen yang berorientasi pada pasar global. Dengan langkah terstruktur ini, diharapkan kurma Barhee akan menjadi ikon kebanggaan baru bagi Bumi Tioq Tata Tunaq.

“Mari jadikan data ini sebagai pijakan untuk melompat lebih jauh. Kita akan bawa kurma Lombok Utara dari sekadar tanaman di pekarangan menuju komoditas agribisnis yang mendunia,” pungkasnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda KLU, Kepala Brida Provinsi NTB, seluruh Kepala OPD, serta para camat dan kepala desa se-Kabupaten Lombok Utara. (ham).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *