Katada.id, Mataram – Kelakuan beberapa wakil rakyat di Bima tak patut ditiru. Ada sejumlah oknum anggota DPRD Bima diketahui tidak mengikuti orientasi tugas yang digelar di Hotel Grand Legi, Kota Mataram. Kegiatan itu berlangsung selama empat hari, dari 9-13 Oktober. Parahnya, meski tidak hadir mereka tetap mengambil biaya perjalan dinas.
Di hari pertama, beberapa orang anggota DPRD tidak terlihat mengikuti orientasi. Begitu pula di hari kedua. Mereka belum juga menghadiri kegiatan yang membahas tugas pokok dan fungsi dewan.
Sedangkan Ketua DPRD Bima Muhammad Putera Feryandi juga tidak terlihat di hari kedua kegiatan. Padahal, pada hari pertama permbukaan orientasi, anak sulung Bupati Bima Hj Indah Dhamayanti Putri itu hadir. Ternyata, ia absen dari kegiatan orientasi itu karena menghadiri acara pelantikan unsur pimpinan DPRD NTB.
Meski tak ikut orientasi, biaya SPPD (surat perintah perjalanan dinas) beberapa oknum anggota dewan itu tetap cair. Informasi yang dihimpun katada.id, satu anggota DPRD untuk empat hari kegiatan itu mendapat SPPD sekitar Rp 11 juta.
Sekwan DPRD Bima, Ishaka yang dikonfirmasi awalnya mengatakan semua anggota DPRD hadir. Tapi belakangan ia mengaku bila ada beberapa anggota DPRD yang tidak hadir. Misalnya dari Partai Nasdem yang belum bisa hadir karena sedang mengikuti sekolah legislatif. ’’Tapi mereka akan datang nanti,’’ katanya menjawab salah satu wartawan lokal di NTB ketika dihubungi via sambungan seluler, Kamis (10/10).
Ketika ditanya apakah SPPD beberapa oknum dewan yang tidak hadir tetap dicairkan. Ishaka menjawab normatif saja. ’’Anggaplah hadirlah,’’ cetusnya.
Untuk Yandi, sapaan Ketua DPRD Bima, Ishaka mengaku selalu hadir. Namun ketika ditanya di hari kedua ia tidak ikut, Ishaka beralasan karena menghadiri pelantikan pimpinan DPRD NTB. ’’Ya, ada undangan pelantikan di DPRD NTB,’’ katanya. (sm)