Bima, katada.id – Koperasi Wanita (Kopwan) Dewi Sartika Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bima menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025, Sabtu (24/1/2026), di Aula SMKN 3 Kota Bima. RAT ini jadi forum evaluasi sekaligus refleksi kinerja koperasi sepanjang tahun 2025.
Bupati Bima yang diwakili Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bima, Drs. A. Salam, menyampaikan apresiasi kepada pengurus, pengawas, dan seluruh anggota Kopwan Dewi Sartika. Khususnya karena menyelenggarakan RAT tepat waktu, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
Menurutnya, RAT merupakan kekuasaan tertinggi dalam tata kelola koperasi dan menjadi cermin demokrasi ekonomi. Forum ini memberi ruang bagi pengurus dan pengawas untuk menyampaikan laporan pertanggungjawaban, membahas kemajuan koperasi, mengidentifikasi hambatan, serta merumuskan solusi demi keberlanjutan koperasi.
“RAT bukan sekadar kewajiban formal, tetapi momentum penting untuk memastikan koperasi berjalan sehat, transparan, dan akuntabel,” ujar A. Salam di hadapan jajaran Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Bima.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi aktif anggota menjadi kunci utama keberhasilan koperasi. “Tanpa keterlibatan anggota dalam aktivitas koperasi, baik simpanan, pinjaman, maupun pengawasan, koperasi sulit berkembang secara optimal,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Ketua Dekopinda Kabupaten Bima, Hj. Maesyarah, S.E., mendorong seluruh anggota Kopwan Dewi Sartika untuk terus disiplin dalam membayar kewajiban, memanfaatkan layanan koperasi, serta meningkatkan budaya menabung agar koperasi dapat tumbuh berkelanjutan dari tahun ke tahun.
“Berdasarkan laporan RAT, jumlah anggota Kopwan Dewi Sartika pada tahun 2025 tercatat sebanyak 977 orang. Sementara itu, Sisa Hasil Usaha (SHU) mengalami peningkatan signifikan, dari Rp673,5 juta pada 2024 menjadi Rp755,4 juta pada Tahun Buku 2025. Adapun modal sendiri koperasi per 31 Desember 2025 mencapai Rp9,3 miliar,” jelas dia.
Selain agenda laporan dan evaluasi, RAT Kopwan Dewi Sartika juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan dana pendidikan kepada anak-anak anggota koperasi, masing-masing enam pelajar tingkat SLTP dan enam pelajar tingkat SLTA, sebagai bentuk kepedulian koperasi terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia. (*)













