Bima, katada.id- Kerusakan ruas jalan provinsi di Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, kian memprihatinkan. Sejumlah titik memperlihatkan lubang yang semakin menganga, sementara badan jalan tergerus cukup dalam dan membahayakan pengguna.
Kerusakan jalan Pantai Utara (Pantura) tersebut ditaksir mencapai sekitar 5 kilometer, membentang dari Desa Bajo hingga Desa Sai, Kecamatan Soromandi. Kondisinya yang terus memburuk memicu kekhawatiran warga, mengingat jalur ini merupakan akses transportasi darat utama yang menopang mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Catatan katada.id, desakan perbaikan jalan telah berlangsung secara kontinyu dalam lima tahun terakhir. Warga bahkan berulang kali melakukan gotong royong untuk menambal lubang secara swadaya. Namun hingga kini, pengaspalan jalan tak kunjung terealisasi.
Warga Kembali Gotong Royong
Tak ingin terus menunggu tanpa kepastian, warga Soromandi kembali turun tangan melakukan perbaikan sementara, Selasa (17/2).
Kegiatan gotong royong berlangsung di Desa Kananta, tepatnya di depan Kantor Camat Soromandi. Bermodalkan cangkul dan sekop, warga mencampur pasir dan semen untuk menutup lubang-lubang di badan jalan.
Aksi ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus kekecewaan warga terhadap lambannya penanganan dari pemerintah provinsi.
Desak Gubernur Segera Aspal Jalan
Sukirman, salah satu warga, berharap Gubernur NTB segera merealisasikan pengaspalan jalan di Soromandi.
“Kami melihat Gubernur NTB begitu aktif menangani kerusakan jalan di Lombok. Pulau Sumbawa, terutama Bima, begitu pasif,” ujarnya.
Ia juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk mengingatkan gubernur agar tidak tebang pilih dalam pemerataan pembangunan.
“Jalan makin rusak tapi kepastian pengaspalan tak kunjung ada. Gubernur harus adil,” imbuhnya.
Bagi aktivis PMII tersebut, persoalan jalan bukan sekadar menyangkut pertumbuhan ekonomi, melainkan menyentuh aspek mendasar keselamatan warga.
“Jangan sampai harus ada nyawa yang hilang baru jalan ini diperbaiki,” tegasnya.
Jadi Atensi Legislator NTB
Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Muhammad Aminurlah, berjanji mengawal aspirasi warga terkait jalan rusak di Soromandi.
Komitmen itu disampaikan politisi Partai Amanat Nasional yang akrab disapa Aji Maman saat menggelar sosialisasi Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani di Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kamis (12/2).
“Jalan Pantura ini satu-satunya akses utama perputaran ekonomi warga. Saya akan berjuang membahas pengaspalan jalan ini,” tegasnya di hadapan warga.
Ia menyatakan akan menyampaikan langsung aspirasi tersebut kepada gubernur dalam sidang paripurna DPRD NTB pekan depan.
“Informasi ini akan saya sampaikan langsung kepada Gubernur NTB dalam sidang paripurna nanti,” janjinya.
Maman juga mengakui bahwa pada tahun 2025, Kabupaten Bima tidak mendapatkan alokasi anggaran dari provinsi NTB untuk pengaspalan jalan.
Sementara itu, dalam pesan yang beredar di media sosial, Gubernur NTB yang akrab disapa Miq Iqbal menyebut keterbatasan fiskal menjadi alasan perbaikan jalan dilakukan berdasarkan skala prioritas.
“Banyak sekali jalan yang kondisinya seperti ini, bahkan ada yang lebih parah. Kita ingin sekali memperbaiki semuanya, tapi dengan kondisi fiskal yang sangat sempit, terpaksa kita harus memakai skala prioritas,” ujarnya. (*)













