Limbah B3 Berserakan di Kawasan Wisata, Pengusaha Gili Trawangan Desak Pemerintah Bertindak

0
230
Limbah B3 berserakan di bekas tambak, Teluk Nare. (istimewa)

Katada.id, Lombok Utara – Ketua Asosiasi Pengusaha Gili Trawangan, Acok Bassok mengaku kecewa terhadap penemuan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di bekas tambak, Teluk Nare. Apalagi limbah itu berserakan di kawasan pariwisata yang menuju tiga gili, yakni Gili Air, Meno dan Trawangan.

“Jadi, limbah B3 inikah sangatlah berbahaya. Menurut saya limbah itu datang dari klinik di tiga Gili ini yang dibuang hingga ke teluk Nare. Jumlahnya memang tidak banyak, cuman 10-15 botol,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Ia berharap Pemda KLU, khususnya Dinas Kesehatan agar segera melakukan komunikasi dengan klinik yang ada di tiga Gili. Tentang bagaimana cara penanganan limbah B3 ini supaya tidak dibuang sembarangan.

Acok tidak ingin menyelahkan pemerintah. Namun ia pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk mencegah pembuangan limbah sembarang tempat. “Kalau pemerintah menurut saya tidak ada sangkut pautnya. Cuman pemerintah harus koordinasi dengan klinik di tiga gili ini tentang bagaimana penggunaan limbah ini,” jelasnnya.

Temuan limbah b3 ini harus disikapi serius. Terlebih lagi ini penemuan limbah berbahaya ini berada di lokasi pariwasata. Ia khawatir limbah ini akan semakin banyak. ‘’Yang ditemukan ini baru yang kelihatan saja. Belum lagi yang belum ditemukan di lokasi yang lain,’’ ujarnya.

Ia berharap, kepada klinik yang ada di tiga gili ini agar tidak membuang limbah B3 ini sembarangan. Sebagai pengusaha, ia mengaku kecewa dengan kejadian ini. Terlebih lagi yang dia temukan baru dalam jumlah yang sedikit.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr H Baharudin saat dikonfirmasi mengaku belum mendapatkan informasi kaitanya dengan hal tersebut. Untuk menindaklanjuti itu, pihaknya berencana menurunkan tim ke Teluk Nare untuk melakukan investigasi. Jika yang membuang limbah B3 tersebut terbukti merupakan salah satu klinik dari tiga gili, maka pihaknya akan mengambil tindakan tegas dan mencabut izin operasionalnya.

“Kita siap lakukan investigasi , terus terang kita susah mencari siapa yang berbuat, karena seputaran Teluk Nare tidak ada fasilitas kesehatan,” pungkasnya. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here