Kota Bima, Katada.id – Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, SE menghadiri pelaksanaan Salat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah yang berlangsung di Halaman Kantor Wali Kota Bima, Sabtu pagi (21/3/2026).
Pada saat yang sama, Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH melaksanakan salat Id di Masjid Agung Al-Muwahiddin Kota Bima. Sementara Sekretaris Daerah Kota Bima, Drs. Muhammad Fakhrunraji, ME dijadwalkan mengikuti salat Id di Lapangan Pahlawan Raba.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bima menyampaikan rasa syukur setelah umat Islam menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan dan dipertemukan dengan Hari Raya Idulfitri yang penuh berkah.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kota Bima, saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat Kota Bima,” ujarnya.
Ia menegaskan, Idul fitri bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi momentum refleksi untuk kembali kepada fitrah. Nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial diharapkan terus terjaga dalam kehidupan sehari-hari.
Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk mendoakan Kota Bima agar senantiasa diberi keberkahan, keamanan, dan kemajuan pembangunan yang berdampak pada kesejahteraan warga.
Di bidang pelayanan publik, Pemerintah Kota Bima terus berupaya meningkatkan kualitas layanan kesehatan, salah satunya melalui penguatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bima. Saat ini, pemerintah tengah membangun fasilitas rawat inap baru dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur.
“Dalam waktu dekat, layanan dari RSUD lama di Ranggo akan dipindahkan ke gedung baru agar pelayanan lebih optimal dan representatif,” jelasnya.
Ke depan, RSUD Kota Bima diproyeksikan menjadi pusat layanan KJSU-KIA, program prioritas Kementerian Kesehatan RI yang mencakup penanganan penyakit kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, Wali Kota mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan, mulai dari pelaku usaha hingga generasi muda, dengan tetap menjaga semangat gotong royong.
Selain itu, ia juga menyoroti berbagai tantangan sosial seperti narkoba, judi online, dan kenakalan remaja yang dinilai dapat merusak masa depan generasi muda. Peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai penting dalam memberikan bimbingan moral.
Secara khusus, Wali Kota mengingatkan pentingnya etika dalam penggunaan media sosial di era digital saat ini. Ia meminta masyarakat tidak terjebak dalam perdebatan yang tidak produktif maupun penyebaran informasi yang memicu kegaduhan.
“Jangan sampai ruang digital dipenuhi prasangka dan perdebatan yang tidak bermanfaat. Gunakan media sosial untuk hal-hal yang positif,” pesannya.
Ia mengajak masyarakat untuk menyalurkan energi pada kegiatan yang lebih produktif, seperti menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat kebersamaan, serta membantu sesama.
Menurutnya, momentum Idul fitri harus menjadi pengingat bahwa kekuatan utama suatu daerah terletak pada persatuan dan kebersamaan masyarakatnya.
“Jika kita mampu menjaga persatuan dan terus bekerja bersama, insya Allah Kota Bima akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tutupnya. (*)













