Dompu, katada.id – Nadira Ramayanti akhirnya buka suara usai dituduh punya hubungan pribadi dengan Bupati Dompu Bambang Firdaus. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki hubungan pribadi maupun hubungan khusus dengan Bupati Dompu sebagaimana yang ramai dituduhkan dalam berbagai narasi yang beredar di media sosial.
Penegasan tersebut disampaikan Nadira melalui pernyataan klarifikasi tertulis yang diterima katada.id, Rabu (11/3). Klarifikasi itu dilakukan untuk meluruskan informasi yang dinilainya telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Dalam keterangannya, Nadira menjelaskan bahwa saat ini dirinya tengah menjalani proses perceraian dengan suaminya melalui Pengadilan Agama Mataram. Ia mengungkapkan bahwa sejak sekitar November 2025, dirinya dan suami telah hidup terpisah serta tidak lagi tinggal serumah.
Menurutnya, persoalan rumah tangga tersebut merupakan urusan pribadi yang sedang diselesaikan melalui jalur hukum. Ia pun berharap semua pihak dapat menghormati proses tersebut.
Terkait isu yang berkembang di media sosial, Nadira mengakui sempat terjadi komunikasi melalui media komunikasi elektronik dengan salah satu tim Bupati Dompu pada Februari 2026 yang kemudian berlanjut melalui WhatsApp.
Ia menjelaskan, komunikasi tersebut pada dasarnya berkaitan dengan penyampaian sejumlah pandangan serta hal-hal yang diketahuinya mengenai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Dalam proses tersebut, kata Nadira, sempat pula terjadi komunikasi secara terbatas melalui WhatsApp dengan Bupati Dompu. Namun ia menegaskan komunikasi itu hanya sebatas penyampaian beberapa hal yang dianggap perlu untuk disampaikan.
“Komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menyampaikan informasi yang bertujuan menjelekkan ataupun merugikan nama baik pihak manapun,” ujarnya.
Tidak Ada Hubungan Khusus
Nadira menegaskan bahwa sebelum komunikasi tersebut terjadi, dirinya tidak memiliki hubungan kedekatan maupun hubungan pribadi dengan Bupati Dompu.
Ia sekaligus membantah berbagai isu yang menyebut adanya hubungan khusus maupun rencana pertemuan pribadi antara dirinya dengan kepala daerah tersebut.
“Tidak pernah ada hubungan pribadi maupun hubungan khusus antara saya dengan Bapak Bupati Dompu sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak di media sosial,” tegasnya.
Menurut Nadira, sejumlah potongan percakapan maupun narasi yang beredar di media sosial tidak menggambarkan kondisi yang sebenarnya karena kemungkinan merupakan informasi yang tidak utuh sehingga memunculkan penafsiran yang keliru.
Ia menilai berbagai tuduhan yang berkembang di media sosial tersebut sangat merugikan dirinya secara pribadi sebagai seorang perempuan serta berdampak pada keluarganya.
Melalui klarifikasi ini, Nadira berharap masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara bijak dan tidak mudah mempercayai kabar yang belum tentu kebenarannya.
Ia juga meminta masyarakat memberikan ruang baginya untuk menyelesaikan persoalan rumah tangganya yang telah terjadi jauh sebelum isu tersebut berkembang di ruang publik.
Nadira turut mengimbau agar masyarakat tidak memperkeruh keadaan dengan menyebarkan informasi yang belum tentu benar sehingga menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. (*)













