Ratusan Warga KLU Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

0
263
Sekdis BPBD KLU, Evi Winarni (dua kiri) menyerahkan kunci dan kartu garansi RTG jenis Kumac kepada salah satu warga di Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan, KLU.

LOMBOK UTARA-Ratusan Kepala Keluarga (KK) di Dusun Tangga Desa Selengen Kecamatan Kayangan. Selain warga Kabupaten Lombok Utara (KLU) menerima kunci dan kartu garansi Rumah Tahan Gempa (RTG) jenis Kumac (Kuat Murah Aman Cepat). Kunci dan kartu garansi juga diserahkan kepada sejumlah Pokmas Kabupaten Lombok Barat.

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar mengapresiasi kehadiran Kumac. Ini menjadi sesuatu yang mempercepat proses rehab rekon di KLU. Selain itu, Kumac juga dinilai kuat, praktis, dan aman karena bahannya ringan.

“Ditambah lagi tadi ada garansi bahkan sampai 25 tahun. Karena kemungkinan umur (rumah Kumac) katanya bisa sampai 100 tahun,” tutur bupati usai meresmikan RTG Kumac.

Menurut Bupati, apapun jenis RTG yang dibangun, Pemda mendukung hal tersebut. Tentunya harus benar-benar direalisasikan untuk masyarakat dan mempercepat proses rehab rekon ini. Ia berharap Lombok Utara ini benar-benar cepat pulih, terutama dari segi pembangunan rumahnya.

“Kaitannya untuk bangunan mesjid juga, kami akan memfasilitasi. Karena sudah beberapa macam jenis mesjid yang sudah dibangun, itu bahkan puluhan atau ratusan yah mesjid dari beberapa donatur baik dari dalam dan luar negeri maupun perusahaan BUMN,” jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB Ir I Gusti Bagus Sugihartha MT mengatakan, Pemprov merekomendasikan 18 jenis RTG. Jenis Kumac menjadi salah satu di dalamnya. Sugihartha memuji konsep pembangunan dari RTG Kumac tersebut.

“Dari Styrofoam yang dibungkus fiber, seperti bahasa kerennya itu sandwich. Kalau kita lihat seperti yang dibuat di kapal-kapal dari model seperti ini,” katanya.

Sugihartha mengungkapkan, model rumah Kumac baru pertama kali ada di NTB. Pada saat Kumac mengajukan rekomendasi, pihaknya melihat bagaimana sisi tahan gempa dan tiupan angin. Ini mengingat rumah Kumac terbuat dari material ringan.

“Kita ukur hingga sampai 9 SR dan kecepatan di atas tidak melebihi 135 kilometer per jam,” sambungnya.

Ia melanjutkan, di Indonesia rata-rata kecepatan angin masih dibawah 100 kilometer per jam. Meski begitu, Kumac memberikan garansi hingga 135 kilometer per jam. Garansi itu muncul dari hasil data data teknis. Ini semua yang menjadi alasan mengapa Kumac ini bisa mendapatkan rekomendasi dari pemerintah.

Pernyataan Kadis Perkim NTB diamini tenaga ahli sekaligus dosen Fakultas Teknik Universitas Mataram jurusan Teknik Sipil Dr Buan Ansyori. Proses rekomendasi Kumac lewat Perkim juga melalui penelitian pihaknya. Sebagai tenaga ahli struktur, pihaknya juga mengukur ketahanan atas gempa. “ Umum yang tahan gempa itu jadi bisa tidak menyebabkan kecelakaan kepada penghuninya,” ungkapnya.

Menurutnya, Kumac sangat ringan, sehingga pihaknya bisa menggaransikan rumah itu tahan gempa. Pihaknya juga menganalisa dengan software dan computer hingga dengan angin maupun gempa yang sudah direncanakan dengan kondisi tanah di KLU. Hasilnya menunjukkan rumah ini masuk kategori tahan gempa. “Saya pikir rumah ini cocok aja di semua lokasi, apalagi di pinggir laut, karena tidak korosi karena tidak mengandung logam,” tandasnya.

Sementara Direktur Kumac Flatfac House Siti Muhani mengatakan, pihaknya menyerahkan terima kunci dan kartu garansi untuk seluruh rumah yang sudah terbangun. Kumac sendiri baru dapat rekomendasi dari pemerintah 18 Februari lalu. Proses izinnya diurus selama 7 bulan sejak September 2018 hingga 18 Februari lalu.

“Kami baru membangun rumah masyarakat itu mulai 5 Maret 2019. Nah waktu itu ada dua Pokmas pilot projek kami di KLU, ada di kecamatan Gangga dan Kayangan. Dua Pokmas itu yang kuotanya kurang lebih 35 orang itu bisa kami selesai sebelum bulan puasa,” jelasnya.

Kemudian pembangunan dilanjutkan untuk Kecamatan Tanjung dan Pemenang dengan total 219 unit. Tak hanya di KLU, pembangunan RTG Kumac juga dilakukan sebanyak 22 unit dari 3 Pokmas di Lingsar, Batu Layar, dan Gunungsari.

“Penyerahan kunci diberikan pada beberapa Pokmas yang hanya diserahkan kunci dalam artian rumah sudah terbangun 100 persen tetapi pembayaran belum 100 persen. Sementara yang diberikan beserta garansi bagi yang sudah lunas membayar,” katanya.

Perempuan yang disapa Hani itu menambahkan, garansi yang diberikan selama 25 tahun. Selain itu juga berlaku ketika RTG tersebut kembali tertimpa bencana alam. Seperti gempa, angin kencang, hingga tsunami. (ham)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here