Mataram, katada.id – Bank NTB Syariah kian agresif memperkuat ekosistem digital di jantung ekonomi rakyat. Setelah sukses melakukan digitalisasi di Pasar Dasan Agung, bank plat merah ini bersiap membuka fasilitas Pojok NTBS di tiga pasar tradisional strategis lainnya di wilayah Kota Mataram.
Langkah ekspansi ini merupakan komitmen bank untuk mendukung ekonomi kerakyatan melalui pendampingan berkelanjutan. Keberadaan Pojok NTBS diharapkan mempermudah para pedagang pasar mengakses layanan perbankan syariah sekaligus mempercepat adopsi transaksi non-tunai di pusat perbelanjaan masyarakat.
Direktur Utama Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengungkapkan bahwa perluasan ini merupakan respons atas tren positif peralihan sistem pembayaran pedagang ke QRIS. Keberhasilan di Pasar Dasan Agung yang kini telah mengantongi 129 merchant menjadi cetak biru (blueprint) yang akan diterapkan di lokasi baru.
“Kami ingin mereplikasi model keberhasilan ini. Pojok NTBS bukan sekadar gerai fisik, tapi akan menjadi pusat literasi digital bagi pedagang yang ingin beralih dari transaksi tunai ke digital secara real time,” ujar Nazaruddin kemarin (26/1).
Menurutnya, pemilihan tiga pasar baru tersebut didasarkan pada besarnya potensi ekonomi dan antusiasme pedagang setempat yang mulai menyadari efisiensi transaksi digital.
Genjot Sektor Produktif
Hadirnya Pojok NTBS membawa misi khusus untuk mengubah peta pembiayaan. Selain menjadi layanan pengaduan cepat terkait kendala teknis QRIS, fasilitas ini juga menjadi ujung tombak sosialisasi pembiayaan UMKM.
Bank NTB Syariah kini tengah melakukan pergeseran fokus besar-besaran. Porsi pembiayaan kini lebih diprioritaskan pada sektor produktif bagi para pelaku usaha kecil, ketimbang sektor konsumtif.
Pendampingan merchant di lapangan menjadi kunci agar pedagang lebih cakap mengoperasikan aplikasi perbankan digital.
Data internal menunjukkan performa yang menggembirakan.
Hingga Desember 2025, pertumbuhan transaksi QRIS di pasar tradisional NTB menunjukkan tren positif, baik dari sisi frekuensi transaksi maupun saldo yang mengendap di rekening pedagang.
Dengan ekspansi di tiga pasar strategis ini, Bank NTB Syariah optimistis angka inklusi keuangan syariah di Kota Mataram akan melonjak signifikan hingga penghujung 2026 mendatang. (*)













