Bima, katada.id – Direktur RSUD Bima drg. H. Ihsan, MPH akhirnya buka suara usai dikritik Legislator Jasmin Malik tentang molornya peresmian layanan hemodialisa (cuci darah).
Menurutnya layanan yang mendesak bagi pasien gagal ginjal itu akan segera dibuka. Usai visitasi atau peninjauan langsung Kementerian Kesehatan (Kemenkes)
“InsyaAllah tanggal 10 (Maret) ini akan divisitasi oleh Kemenkes. Semoga izin bisa segera keluar sehingga RSUD Bima dapat segera membuka layanan hemodialisa,” ujarnya pada katada.id, Jumat (6/3/2026).
Ia menepis bahwa molornya peresmian layanan cuci darah karena masalah fasilitas dan SDM.
RSUD Bima sebenarnya kata dia telah siap untuk mengoperasikan layanan tersebut.
Namun proses perizinan menjadi salah satu tahapan yang harus dilalui sebelum layanan dapat dibuka untuk masyarakat.
“Sarana dan SDM sudah siap. Hanya saja proses perizinannya yang membutuhkan waktu,” jelasnya.
Sebelumnya, Anggota DPRD Kabupaten Bima, Jasmin Malik mengkritik lambatnya peresmian layanan tersebut. Ia meminta pemerintah daerah bersama manajemen RSUD Bima segera membuka layanan itu agar masyarakat tidak lagi menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan terapi hemodialisa.
“Untuk apa APBD dibelanjakan jika fasilitas kesehatan yang sangat penting justru tidak dimanfaatkan? Ini harus menjadi perhatian serius,” katanya.
Ia, menambahkan lambannya operasional layanan hemodialisa tersebut berdampak langsung pada beban ekonomi masyarakat yang harus menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Sudah berapa banyak masyarakat kita yang harus mengeluarkan biaya tambahan untuk cuci darah ke luar daerah selama ini?” ujarnya.
Jasmin menegaskan, pemerintah daerah bersama manajemen RSUD Bima harus segera mencari solusi agar layanan tersebut dapat segera beroperasi.
“Ini harus menjadi perhatian bersama. Layanan cuci darah di RSUD Bima harus segera dibuka agar masyarakat tidak lagi terbebani harus berobat ke luar daerah,” tandasnya.
Karena itu, ia berharap proses perizinan dapat segera rampung sehingga fasilitas yang telah tersedia di RSUD Bima dapat dimanfaatkan untuk pelayanan masyarakat. (*)













