Bima, katada.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima kembali melanjutkan rangkaian Safari Ramadan. Kali ini kegiatan dilakukan diMasjid Darul Abrar, Desa Punti, Kecamatan Soromandi, Kamis (12/3).
Bupati Ady Mahyudi memimpin langsung acara rutin di bulan puasa ini, bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy. Turut hadir Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Bima Murni Suciyanti, Inspektur Iwan Setiawan, SE, dan sejumlah pejabat daerah.
Ady Mahyudi mengawali kegiatan dengan penyerahan bantuan berupa paket Al-Qur’an, bantuan tanggap bencana, serta bantuan beras dari BAZNAS untuk masyarakat Punti.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan Safari Ramadan merupakan salah satu upaya pemerintah daerah untuk mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi secara langsung.
“Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran dihajatkan untuk tetap menjalin, menjaga, dan memperkuat ukhuwah. Melalui kegiatan ini juga pemerintah daerah bisa lebih dekat dan melihat langsung persoalan yang dihadapi masyarakat,” ujar Bupati Ady Mahyudi.
Ia juga memaparkan capaian serta perkembangan visi Bima Bermartabat selama satu tahun masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati.
Politisi PAN itu mengatakan bahwa, tepat 20 Februari 2026 lalu, masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Bima telah genap satu tahun. Dalam periode tersebut, sejumlah capaian telah diraih, meskipun masih ada berbagai aspirasi masyarakat yang belum sepenuhnya dapat diwujudkan.
“Dalam perjalanan pemerintahan, ada sejumlah capaian yang telah ditorehkan. Namun masih banyak harapan masyarakat yang belum dapat kami penuhi. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang membuat pemerintah daerah harus lebih cermat dalam menentukan prioritas pembangunan,” jelasnya.
Meski demikian, Bupati menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bima tetap berkomitmen untuk terus mencari peluang dan langkah strategis demi mendorong kemajuan daerah.
Sementara itu, dalam tausiah Ramadan, penceramah Ustadz Farhan Bil Islam, S.Ag menyampaikan pesan keagamaan tentang empat perkara yang menurutnya akan diambil paksa oleh Allah SWT dari seorang hamba.
“Empat perkara itu adalah ajal manusia, harta orang yang meninggal yang kemudian menjadi hak ahli waris, jasad yang akan kembali ke dalam kubur, serta amal yang bisa diambil dan diberikan kepada orang yang pernah didzalimi,” jelasnya di hadapan jamaah.
Kegiatan Safari Ramadan tersebut berlangsung khidmat dan diikuti masyarakat Desa Punti yang memadati Masjid Darul Abrar. Acara ditutup dengan doa bersama serta silaturahmi antara jajaran pemerintah daerah dan warga setempat. (*)













