Mataram, Katada.id –Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midardan Fahmid mengapresiasi inovasi pengolahan sampah plastik di NTB yang berhasil diubah menjadi blok bangunan ramah lingkungan. Produk tersebut bahkan telah menembus pasar internasional hingga diekspor ke Arab Saudi.
Menurut Mirah, terobosan tersebut menunjukkan bahwa daerah mampu menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
“Inovasi ini patut kita banggakan. Ketika sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan justru dapat diolah menjadi material bangunan yang kuat dan tahan gempa, bahkan mampu menembus pasar internasional,” ujar Mirah dalam keterangannya, Rabu (12/3).
Ia menilai, inovasi pengolahan sampah plastik menjadi blok bangunan memiliki nilai strategis bagi pembangunan berkelanjutan di NTB. Selain membantu mengurangi persoalan sampah, teknologi tersebut juga menghadirkan alternatif material konstruksi yang lebih ramah lingkungan.
Mirah menambahkan, inovasi tersebut juga lahir dari semangat kebangkitan masyarakat pascagempa yang melanda Pulau Lombok pada 2018. Menurutnya, momentum itu menjadi titik lahirnya berbagai solusi kreatif yang mampu menjawab tantangan daerah.
Lebih jauh, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan industri daur ulang plastik di NTB, termasuk melalui dukungan kebijakan, pembinaan, serta penguatan ekosistem industri.
“Pengembangan industri daur ulang plastik di NTB perlu terus diperkuat agar manfaatnya tidak hanya dirasakan dari sisi lingkungan, tetapi juga mampu membuka peluang kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,” katanya.
Ia juga mendorong agar inovasi-inovasi serupa terus didorong di berbagai daerah sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan sekaligus berbasis potensi lokal. (*)













