Mataram, katada.id – Bupati Dompu Bambang Firdaus menemukan ratusan dus obat pertanian yang diduga belum disalurkan saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Dompu, akhir pekan lalu.
Dalam sidak tersebut, Bambang mengecek sejumlah fasilitas dinas, termasuk gudang penyimpanan pestisida atau obat-obatan pertanian.
Ia mengaku terkejut saat mendapati ratusan dus obat pertanian masih tersimpan rapi di dalam gudang.
Pantauan di lokasi, dus-dus obat pertanian itu disusun hingga mencapai ketinggian sekitar dua meter. Bupati bahkan sempat membuka beberapa kardus untuk memastikan jenis dan kondisi obat yang tersimpan.
Informasinya, obat pertanian tersebut merupakan bantuan dari pemerintah pusat tahun 2025. Namun hingga kini belum juga disalurkan kepada petani penerima manfaat, meskipun musim tanam telah berlalu.
Atas temuan itu, Bupati Dompu akan melakukan klarifikasi terhadap Kepala Distanbun Dompu terkait dugaan penimbunan obat pertanian bantuan pemerintah pusat tersebut.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Distanbun Dompu Syahrul Ramadhan yang dikonfirmasi belum memberikan respons hingga berita ini diturunkan.
Terpisah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Dompu Khairul Insyan mengaku belum mengetahui adanya temuan ratusan dus obat pertanian yang belum dibagikan kepada petani. Ia juga belum menerima informasi terkait rencana klarifikasi terhadap Distanbun Dompu. “Saya belum tahu, saya cek dulu,” kata Khairul. (*)













