Sri Wahyuni, Kepala Sekolah di Kota Bima dengan Segudang Prestasi

0
486
Kepala SDN 39 Raba Dompu Barat, Sri Wahyuni.

Katada.id. Kota Bima – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 39 Raba Dompu Barat yang berlokasi di Kecamatan Raba, Kota Bima jadi buah bibir di dunia pendidikan. Bagaimana tidak, lewat tangan dingin Kepala Sekolah Sri Wahyuni, SDN itu menorehkan segudang prestasi.

Sejak memimpin SDN 39 Raba Dompu Barat, perempuan kelahiran Bima 22 Juli 1968 itu telah banyak membuat bangga dunia pendidikan di Kota Bima. Baik di ditingkat Kota Bima maupun Provinsi NTB.

Tidak hanya membawa SDN 39 Raba Dompu Barat melejit, Sri Wahyuni juga sering meraih penghargaan individu atas pretasinya. Pada 2002, ia dikukuhkan menjadi guru berprestasi se-Kota Bima.

Kemudian, pada 2008 dan 2009 ia dinobatkan sebagai guru sekolah dasar kreatif inovatif se-Kota Bima. Pada tahun itu juga ia berhasil melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan judul “Meningkatkan Kreatifitas, Mengubah Puisi Kedalam Bentuk Prosa Dengan Metode Bermain Peran Untuk Kelas 4 SD”.

Lewat kiprahnya itu, sekolah yang dipimpinnya mendapatkan penghargaan sebagai Sekolah Inspirasi.

”Tahun 2019 Dinas Perpustakaan Kota Bima memberikan penghargaan karena SDN kami mendapatkan juara 1 lomba perpustakaan telaga ilmu,” kata Sri Wahyuni.

Sri Wahyuni merupakan Alumni Sekolah Pendidikan Guru (SPG) tahun 1987. Ia menyelesaikan Studi DII di Universitas UPBJJ Mataram (1977) dan SI di STKIP Bima (2010).

Menjadi guru dan kepala sekolah berprestasi dan inspiratif, cerita dia, bukanlah sesuatu yang mudah. Ia bisa mengukir segudang prestasi berkat pengalaman, visi, dan dedikasi panjangnya di dunia pendidikan. ”Untuk mencapai kesuksesan, ada perjuangan panjang yang saya lalui,’’ terangnya.

Ia salah satu guru yang sering menulis. Bakat itu muncul sejak usia SMP tahun 1982. Saat itu, ia sering belajar menulis cerpen. Karyannya dibaca dalam RKPD Bima kala itu.

Ia juga merupakan anggota tetap Klub Perpustakaan Indonesia (KPI). Artikel-artikelnya rutin dimuat di koran lokal. Dia pernah mengikuti Sayembara Penulisan Naskah Buku Bacaan Untuk Anak SD (2003). Lalu menulis buku, Si Mawar dan Jakarta. Dan pada tahun 2016, ia menulis naskah buku berjudul Gadis itu Ibu Guru.

”Tentu ada motivasi kerja sehingga sekolah kami dan saya bisa berprestasi. Itu semua berkat dorongan guru-guru dan murid kami,’’ jelasnya.

Ia berharap ke depan tetap bisa menjadi motivasi dan inspirasi bagi guru lain.”Harapannya muncul guru-guru berprestasi lain,’’ harap Sri Wahyuni. (su)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here