Tumpukan Sampah Rusak Eksotis Pantai Ule

0
240
Mahasiswa STISIP Bima bersama masyarakat membersihkan sampah di Pantai Ule.

Mahasiswa KKN STISIP Bima Adakan Bakti Sosial

KOTA BIMA-Pantai Ule merupakan salah satu tempat piknik yang paling digemari masyarakat kota dan Kabupaten Bima. Sayang, pantai yang berada di Kelurahan Ule Kota Bima itu luput dari perhatian pemerintah. Bahkan terkesan diabaikan dan dijadikan tempat pembuangan sampah.

Terbukti, sampah menghiasi sepanjang pantai itu. Dan pemandangan itu membuat Pantai Ule terlihat jorok. Tidak lagi eksotis. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STISIP Mbojo Bima, angkatan ke XXXII yang berlokasi di Kelurahan Ule terpanggil untuk membersihkan aneka sampah itu.

Bersama pemerintah kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), karang taruna, Federasi Tim Siaga Bencana (FTSB) Kota Bima dan masyarakat setempat. Mereka bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang pantai.

“Pembersihan ini merupakan kegiatan awal program kerja KKN STISIP Mbojo Bima di Lingkungan Tolotongga Kelurahan Ule,” terang Ketua Posko KKN STISIP Mbojo Bima, angkatan ke XXXII, Nanang. Kusnadi pada katada.id, Senin (22/7).

Menurut dia, kegiatan sosial itu dilakukan berdasarkan observasi lapangan. Serta berdasarkan hasil musyawarah mufakat antara peserta KKN dengan pemerintah kelurahan setempat. “Kegiatan ini sebagai bentuk konstribusi nyata kami peserta KKN untuk masyarakat dan Lingkungan Ule, spesifiknya lingkungan Tolongga,” ujarnya.

Dia mengaku, kegiatan bakti gotong royong tersebut memiliki kesan tersendiri bagi mereka. Terutama yang berkaitan dengan nilai keluhuran dan kebersamaan. Terlebih lagi kehadiran mereka disambut baik masyarakat setempat. “Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” akunya.

Sementara Plt Lurah Ule, Nahyar Mungkar mengaku bangga dengan adanya kegiatan itu. Karena bukan hanya mahasiswa dan warga saja yang terlibat, tetapi juga sejumlah elemen lain ikut memberikan perhatian dan dukungannya. “Keterlibatan dari beberapa komponen patut diberi jempol, kemudian antusiasme beberapa lembaga yang terlibat patut diapresiasi,” katanya.

Ia mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan hajat bersama. Untuk itu dia, menyampaikan terimakasih kepada sejumlah komponen yang terlibat. Terutama para mahasiswa peserta KKN. Baik dari STISIP Mbojo, maupun dari STIE Bima sebagai motivator. “Budaya seperti inilah yang harus dilestarikan, agar seterusnya dapat dikembangkan,” arahnya.

Sekjen Federasi Tim Siaga Bencana (FTSB) Kota Bima, Jauhar Mahbub mengatakan, program pembersihan itu sangat menarik. Selain bermanfaat untuk lingkungan, juga sebagai wahana menjalin kebersamaan dalam bingkai gotong royong. “Karena berbicara lingkungan, itu menyangkut penataan lingkungan dan kesehatan orang banyak,” pungkasnya. (ito)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here