Scroll untuk baca artikel
Daerah

Wabup Bima: Pelatihan Kerja, Kunci Tekan Pengangguran

×

Wabup Bima: Pelatihan Kerja, Kunci Tekan Pengangguran

Sebarkan artikel ini
Penyerahan sarana usaha untuk peserta pelatihan dan pemberian santunan serta kartu kepesertaan BPJS Ketanaga kerjaan

Bima, Katada.id – Wakil Bupati Bima, dr. H. Irfan Zubaidy menegaskan bahwa pelatihan kerja yang terarah dan berbasis kompetensi menjadi kunci utama menekan angka pengangguran di Kabupaten Bima. Hal itu disampaikannya saat menyerahkan bantuan sarana usaha kepada peserta pelatihan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, Kamis (8/1/2026).

Kegiatan penyerahan bantuan itu berlangsung di halaman Kantor Disnakertrans Kabupaten Bima dan dirangkaikan dengan penyerahan sarana usaha bagi peserta pelatihan inkubasi bisnis, pelatihan berbasis kompetensi, kartu kepesertaan, serta santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Sebelumnya, Wabup Bima bersama Komandan Kodim 1608/Bima Letkol Arh. Samuel Asdianto Limbongan bertolak ke lokasi kegiatan usai menghadiri upacara penerimaan sebagai Warga Kehormatan Kodim 1608/Bima.

Dalam arahannya, Wabup Irfan menyampaikan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh kehidupan yang layak, pekerjaan yang tetap, akses pelayanan kesehatan, serta masa depan yang lebih baik.

“Kabupaten Bima memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga sektor jasa dan keterampilan. Karena itu, penciptaan lapangan kerja di sektor-sektor tersebut harus terus didorong,” ujarnya.

Ia menegaskan, salah satu tugas penting pemerintah daerah, khususnya Disnakertrans, adalah memastikan masyarakat yang masih menganggur dapat diberdayakan melalui pelatihan, peningkatan keterampilan, serta dukungan sarana usaha.

“Pelatihan kerja bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga membuka jalan menuju kemandirian ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Bima, Aries Munandar, ST., MT dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan berbasis unit kompetensi tahun anggaran 2025 dilaksanakan pada empat kejuruan, yakni sepeda motor, las listrik, mesin pendingin, dan menjahit.

“Total peserta sebanyak 64 orang, dengan durasi pelatihan selama 20 hari yang dilaksanakan di UPT LLK UKM Bima,” jelas Aries.

Menurutnya, pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi kerja, produktivitas, serta disiplin tenaga kerja sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Ia berharap, program ini mampu melahirkan tenaga kerja yang terampil, menurunkan angka pengangguran, serta mendorong tumbuhnya wirausaha baru di Kabupaten Bima.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut diakhiri dengan penyerahan secara simbolis sejumlah peralatan kerja kepada para peserta pelatihan sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha mandiri. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *