Scroll untuk baca artikel
Daerah

Pemkab Bima Klaim IPM Relatif Meningkat dan Angka Kemiskinan Berhasil Ditekan

×

Pemkab Bima Klaim IPM Relatif Meningkat dan Angka Kemiskinan Berhasil Ditekan

Sebarkan artikel ini
Bupati Bima dan Wakil Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri dan Wakil Bupati Dahlan M. Noer.

Bima, katada.id – Pemkab Bima mengklaim Indek Pembangunan Manusia (IPM) di masa kepemimpinan Bupati Indah Dhamayanti Putri (IDP) dan Wakil Bupati Dahlan M Noer relatif meningkat. Mereka juga mengklaim angka kemiskinan berhasil ditekan.

Pemkab Bima menyampaikan perkembangan IPM selama 6 tahun terakhir. Pada tahun 2016 IPM mencapai 64,15 persen dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 65,56 persen. Tahun 2017 mencapai 65,01 persen dari target RPJMD 66,26 persen.

Sedangkan tahun 2018 capaian IPM berada di angka 65,62 persen dari target RPJMD 67,01 persen. Tahun 2019 target RPJMD sebesart 67,81 persen dan yang berhasil dicapai 66,37 persen. Terakhir, tahun 2020 capaian IPM 66,30 persen dari target RPJMD 68,30 persen.

Baca Juga: 6 Tahun IDP-Dahlan Memimpin Bima: Angka Kemiskinan Meningkat, IPM Terendah di Pulau Sumbawa

’’Analisa capaian pemerintahan harusnya linear,  year per year atau membandingkan capaian tahun per tahun,’’ kata Kepala Bagian (Kabag) Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kabupaten Bima, Suryadin kepada katada.id, Minggu (27/2/2022).

Ia menerangkan, pemerintah IDP-Dahlan terikat janji politik yang sudah dituangkan dalam Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2021 tentang RPJMD kabupaten Bima tahun 2021-2026. Isinya memuat penjabaran visi, misi dan program kepala daerah untuk jangka waktu 5 tahun yang berpedoman kepada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Provinsi NTB.

Baca Juga: Pengadaan Mobil Dinas Bupati dan Wabup Bima Rp1,4 Miliar Disorot

’’Jadi, ada sejumlah indikator capaian keberhasilan pembangunan, tertumbuhan ekonomi daerah,  persentase penduduk miskin, IPM, harapan lama sekolah,  rata-rata lama sekolah, tingkat pengangguran terbuka, usia harapan hidup, Pertumbuhan penduduk, kontribusi PDRB,’’ bebernya.

Capaian IPM, menurut dia, bukan dibandingkan dengan daerah lain. Tapi harus mengacu pada RPJMD. Misalnya, capaian Kota Bima harus mengacu pada RPJMD Kota Bima sebagai acuan.

Baca Juga: Beli Mobil Dinas Bupati dan Wabup Bima di Tengah Covid-19

’’Kalau tren peningkatan dari tahun ke tahun mengacu pada data BPS, itu benar. Mengacu pada data BPS Kabupaten Bima, Indeks Pembanguna Manusia (IPM) Kabupaten Bima mengalami peningkatan 66.69 poin pada tahun 2021 dari 66.30 poin pada tahun 2020 atau mengalami kenaikan 0,36 digit,’’ sebutnya ditanya apakah IPM mengalami peningkatan.

Soal angka kemiskinan, Suryadin menjelaskan, mengacu pada data BPS, kemiskinan selama masa pandemi covid-19 di tahun 2021, Kabupaten Bima khususnya mengalami peningkatan 0,34 digit. Demikian halnya tingkat pengangguran yang mengalami penurunan dari 2.89 persen pada tahun 2020  menjadi 1.58 pada tahun 2021. Laju perekonomi kabupaten bima naik dari -3,53 persen tahun 2020 menjadi 1,79 pada tahun 2021.

Baca Juga: Askab PSSI Bima Tegaskan Tak Ada Pelanggaran Prokes Laga Final Gubernur Cup

’’Artinya, ada banyak indikator capaian keberhasilan dan kegagalan pemerintah daerah yang bisa diukur melalui dokumen  yang ada. Capaian tersebut menggambarkan adanya keberhasilan penerapan strategi penanggulangan kemiskinan,’’ tandasnya. (aw)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *