Scroll untuk baca artikel
BeritaNasionalPolitik

Situasi Terkendali, Mori Hanafi Nilai Penolakan Bantuan Asing Wajar

×

Situasi Terkendali, Mori Hanafi Nilai Penolakan Bantuan Asing Wajar

Sebarkan artikel ini
Anggota DPR RI, Mori Hanafi (Istimewa)

Jakarta, katada.id- Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Partai NasDem, Mori Hanafi, menilai keputusan pemerintah menolak bantuan luar negeri dalam penanganan bencana di tiga provinsi di Sumatra didasarkan pada kondisi yang sudah terkendali.

Menurut Mori, fase tanggap darurat telah berakhir sehingga pemerintah lebih fokus pada penanganan pascabencana. “Bencana ini kan sudah stop, saat ini yang ditangani pasca bencana. Jadi mungkin sudah tidak diperlukan lagi bantuan dari luar negeri karena memang sudah lewat. Saya tidak tahu apakah terjadi lagi, mungkin akan berbeda,” ujarnya di Jakarta, Kamis (11/12).

Legislator Dapil NTB Satu itu mengungkapkan bahwa Presiden turut memastikan kondisi sudah tertangani dalam rapat terbatas di Aceh. “Presiden sudah mengatakan langsung di rapat terbatas, dan sepertinya saat ini sudah cukup terkendali,” tambahnya.

Mori menjelaskan, secara regulasi bantuan negara asing dapat diterima apabila pemerintah menetapkan status bencana nasional. Namun, penetapan tersebut hanya bisa dilakukan paling lambat H+7 sejak bencana terjadi.

“Kalau H+7 ternyata pemerintah enggak sanggup, pemerintah bisa mengumumkan itu. Tapi sampai saat ini tidak ada,” tegas Ketua DPW NasDem NTB itu.

Ia menambahkan, meskipun tidak berstatus bencana nasional, peran pemerintah pusat dalam penanganan bencana di Sumatra sudah sangat masif. “Tanpa status bencana nasional pun, penanganan dari pusat sudah seperti bencana nasional,” ujarnya.

Terkait langkah Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), yang sebelumnya meminta bantuan China untuk membantu identifikasi korban, Mori menilai hal itu wajar.

“Kita bisa maklumi, karena memang China memiliki teknologi untuk itu, bukan berarti dia membantu untuk segala aspek,” pungkasnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *