Scroll untuk baca artikel
BeritaOlahraga

Gebrakan KONI Lobar: Pelatda Diluncurkan di Tengah Laut, Perkenalkan Aplikasi SILET dan BPJS Atlet

×

Gebrakan KONI Lobar: Pelatda Diluncurkan di Tengah Laut, Perkenalkan Aplikasi SILET dan BPJS Atlet

Sebarkan artikel ini
Ketua KONI Lobar, Abubakar Abdullah (Taufik, katada.id)

Lombok Barat, Katada.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Barat (Lobar) resmi mengawali Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Uniknya, peluncuran Pelatda ini dilakukan di tengah laut, Jumat (20/12/), sebagai simbol persatuan dan kebersamaan seluruh insan olahraga Lobar.

Ketua KONI Lombok Barat, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di tengah laut bukan sekadar aksi simbolik, melainkan representasi semangat persatuan. Para atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga (cabor) hadir menggunakan perahu masing-masing.

“Walaupun kita memiliki ‘perahu’ dan cabor yang berbeda-beda, ketika berbicara kepentingan daerah, kita harus berada pada satu titik awal yang sama. Laut menjadi saksi tekad dan kebersamaan kita,” ujar Abubakar kepada media, Selasa (23/12).

Selain seremoni unik, KONI Lombok Barat juga memperkenalkan transformasi manajemen organisasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan modern. Salah satu terobosan utama adalah peluncuran aplikasi SILET (Sistem Informasi Atlet dan Pelatih).

Aplikasi berbasis digital ini berfungsi sebagai basis data atlet dan pelatih secara menyeluruh, mencakup identitas, alamat, nomor kontak, hingga akses layanan kesehatan terdekat.

“Dulu monitoring atlet cukup sulit. Sekarang dengan SILET, semua berbasis data by name, by address. Kita bisa memantau perkembangan atlet, posisi mereka, hingga memastikan bantuan tepat sasaran,” jelasnya.

Ia menegaskan, pemanfaatan teknologi ini merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance, yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi.

Dari sisi pembiayaan, KONI Lombok Barat telah mengalokasikan dana pembinaan bagi seluruh cabor. Untuk cabor kategori beregu atau tim dialokasikan Rp10 juta per cabor, sedangkan kategori perorangan Rp5 juta per cabor. Selain itu, atlet dan pelatih menerima tunjangan sebesar Rp600.000, dengan perhitungan biaya latihan Rp100.000 per hari.

Tak hanya fokus pada prestasi, aspek keselamatan atlet juga menjadi perhatian serius. Seluruh atlet yang telah terverifikasi dalam sistem SILET akan didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Atlet adalah patriot olahraga daerah. Risiko cedera dalam latihan sangat tinggi, sehingga KONI memastikan mereka mendapatkan perlindungan jaminan ketenagakerjaan,” tegasnya.

Abubakar tak lupa menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh atlet Lombok Barat yang akan berlaga di Porprov NTB 2026. Ia menekankan filosofi, sekali layar terkembang, surut kita berpantang.

“Keterbatasan fiskal bukan penghalang untuk berprestasi. Visi kami jelas, mewujudkan Lombok Barat Juara dengan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada,” pungkasnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *