Scroll untuk baca artikel
Daerah

Antisipasi Harga Naik Jelang Ramadan, Pemprov NTB Gelar Pasar Murah di Pringgabaya

×

Antisipasi Harga Naik Jelang Ramadan, Pemprov NTB Gelar Pasar Murah di Pringgabaya

Sebarkan artikel ini

Lombok Timur, katada.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar Pasar Rakyat dan Bazar UMKM Makmur Mendunia Center (MMC) NTB di Kantor Camat Pringgabaya, Rabu (11/2). Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan harga bahan pokok (bapok) menjelang bulan suci Ramadan.

 

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan, intervensi pemerintah diperlukan menyusul tren kenaikan harga di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir. Peningkatan permintaan menjelang Ramadan dinilai berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

 

“Menjelang puasa, permintaan bahan pokok meningkat drastis. Saya turun langsung ke pasar dan memang ada kecenderungan harga naik. Dalam kondisi seperti ini, pemerintah tidak punya pilihan selain melakukan intervensi, salah satunya melalui pasar murah,” tegasnya.

 

Meski demikian, Iqbal memastikan ketersediaan stok bahan pokok di NTB dalam kondisi aman. Pemerintah telah melakukan pengecekan langsung dan memastikan pasokan mencukupi kebutuhan masyarakat.

 

“Kami sudah cek, stok bahan pokok di NTB aman dan tersedia. Tidak perlu panik. Jangan sampai karena khawatir, belanja berlebihan. Pemerintah memastikan pasokan terpenuhi,” ujarnya.

 

Menurutnya, pasar rakyat dan bazar UMKM menjadi langkah konkret untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal. Ia juga mengapresiasi kolaborasi MMC NTB dengan pemerintah provinsi dan kabupaten dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

 

Selain intervensi jangka pendek melalui pasar murah, Pemprov NTB menyiapkan program penguatan ketahanan pangan desa secara bertahap. Tahun ini, hampir 300 paket program akan disalurkan ke 300 desa, dengan jumlah yang sama disiapkan untuk tahun kedua. Hingga 2029, sebanyak 1.166 desa dan kelurahan ditargetkan terjangkau program ketahanan pangan dan desa berdaya.

 

“Kami ingin memastikan penguatan ekonomi tidak hanya bersifat insidentil, tapi berkelanjutan sampai seluruh desa terjangkau,” katanya.

 

Sementara itu, Bupati Lombok Timur Haerul Warisin menyampaikan, Pemkab telah mengalokasikan sekitar Rp 20 miliar pada akhir 2025 untuk bantuan modal gratis kepada sekitar 23 ribu pelaku UMKM di Lombok Timur.

 

“Yang sudah terverifikasi tetap menerima bantuan. Kalau ada kendala teknis di salah satu bank, itu akan kami selesaikan. Tidak ada yang tidak dapat selama sudah terverifikasi,” tegasnya.

 

Ia mengajak masyarakat memanfaatkan pasar murah dan bazar UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan. Kegiatan serupa juga dijadwalkan berlangsung di Labuhan Haji pada akhir pekan ini.

 

Melalui strategi terpadu tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga tetap terjaga, UMKM semakin kuat, serta masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan tenang dan kebutuhan pokok yang tetap terjangkau. (*)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *