Scroll untuk baca artikel
Daerah

Waspada Virus Nipah, Dinkes Lombok Utara Imbau Warga Hindari Buah Bekas Gigitan Kelelawar

×

Waspada Virus Nipah, Dinkes Lombok Utara Imbau Warga Hindari Buah Bekas Gigitan Kelelawar

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H Lalu Bahrudin

Lombok Utara, Katada.id – Ramainya pembahasan mengenai Virus Nipah di berbagai platform digital belakangan ini mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Menanggapi kekhawatiran masyarakat, Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H Lalu Bahrudin, mengimbau warga untuk tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan melalui langkah-langkah preventif yang tepat. Sebab virus Nipah ini dikenal sebagai penyakit zoonosis, yakni virus yang menular dari hewan ke manusia, di mana kelelawar buah menjadi inang utama penularannya.

Bahrudin menjelaskan, salah satu tantangan dalam deteksi dini Virus Nipah adalah gejalanya yang sangat mirip dengan penyakit umum seperti flu biasa.

“Gejalanya tidak jauh berbeda dari batuk pilek biasa. Diawali demam, gejala flu, tenggorokan sakit, hingga nyeri pada tulang dan badan,” ujar Bahrudin, Sabtu (7/2/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh menganggap sepele kondisi ini. Pada kasus dengan tingkat infeksi berat, Virus Nipah dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian dengan angka yang cukup tinggi, yakni berkisar antara 50 hingga 70 persen.

Mengingat potensi penularan melalui kontak tidak langsung, Dinkes KLU mengeluarkan instruksi tegas bagi masyarakat, terutama yang tinggal di area dengan banyak pohon buah:

  1. Hindari Buah Jatuh: Jangan mengonsumsi buah-buahan yang ditemukan jatuh di bawah pohon dan terlihat sudah bekas digigit kelelawar.
  2. Kebersihan Pangan: Selalu cuci bersih buah-buahan sebelum dikonsumsi. Jika memungkinkan, lakukan pemanasan atau pengolahan untuk meminimalisir risiko virus.
  3. Terapkan PHBS: Perketat perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun.
  4. Gunakan APD: Bagi warga yang memiliki aktivitas berisiko tinggi, terutama peternak, dianjurkan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat berinteraksi dengan hewan.
  5. Jaga Imun Tubuh: Rutin berolahraga dan berjemur di bawah sinar matahari untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Bahrudin juga mengingatkan bahwa Virus Nipah memiliki potensi penularan dari manusia ke manusia melalui percikan pernapasan. Oleh karena itu, penggunaan masker menjadi langkah krusial, terutama bagi individu yang sedang mengalami batuk atau pilek.

“Yang terpenting gunakan masker, apalagi gejalanya seperti batuk pilek biasa, agar dapat menghindari penularan dari manusia ke manusia. Karena penularannya juga bisa lewat udara,” tegasnya.

Baharudin mengajak masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan kesehatan jika merasakan gejala yang mencurigakan. Segera datangi Pustu, Puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis sedini mungkin.

“Kalau ada gejala, segera ke petugas kesehatan, Pustu, Puskesmas, atau petugas kesehatan terdekat. Jangan menunggu hingga kondisi memburuk,” tutupnya. (ham)

 

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *