Sumbawa, katada.id – Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa di Masjid Jami Al-Ihsan, Desa Padasuka, Kecamatan Lunyuk, Sabtu (9/5). Di hadapan puluhan anak-anak, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, memilih duduk dan bercerita tentang hutan, alam, serta mimpi masa depan generasi muda.
Kegiatan itu berlangsung usai Gubernur meninjau progres penanganan ruas jalan Lenangguar–Lunyuk. Namun di tengah agenda pemerintahan, ia menyempatkan diri berdialog dan mendongeng bersama anak-anak setempat.
Melalui kisah “Kiara Penjaga Hutan”, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal mengajak anak-anak memahami pentingnya menjaga kelestarian alam sejak dini. Dengan gaya santai dan interaktif, ia menggambarkan perjuangan seorang anak yang berusaha melindungi hutan Lunyuk dari kerusakan akibat penebangan liar.
“Kalau alam tidak dijaga, nanti rusak. Kalau rusak, yang merasakan dampaknya adalah kita semua,” ujar Gubernur di hadapan anak-anak.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga satwa dan ekosistem pesisir, termasuk penyu dan kura-kura yang hidup di sekitar kawasan pantai Lunyuk.
“Jangan diambil semua telurnya dan jangan diganggu. Mereka juga butuh tempat hidup seperti kita,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur mengenang kondisi Lunyuk saat pertama kali dikunjunginya pada awal 1990-an. Menurutnya, wilayah tersebut dulu masih dipenuhi hutan lebat dan satwa liar.
“Dulu sepanjang perjalanan ini hijau semua. Karena itu sekarang tugas kita bersama menjaga supaya alamnya tetap lestari,” ungkapnya.
Tak hanya berbicara tentang lingkungan, Gubernur juga memotivasi anak-anak agar berani bermimpi dan terus belajar demi masa depan mereka. Sejumlah siswa tampak antusias menyampaikan cita-cita mereka, mulai dari ingin menjadi guru, atlet hingga pemimpin daerah.
“Mau jadi apa pun nanti, jadilah anak yang bermanfaat bagi masyarakat, lingkungan, dan daerahnya,” pesannya.
Dalam dialog tersebut, seorang siswi SMP Islam Terpadu Hamzanwadi Lunyuk, Naura Fadila, sempat menanyakan soal kesetaraan pendidikan antara sekolah negeri dan swasta. Menanggapi hal itu, Gubernur menegaskan seluruh anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan dan kesempatan berprestasi.
Menurutnya, berbagai program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan revitalisasi sekolah ditujukan bagi seluruh siswa tanpa membedakan status sekolah.
“Negeri maupun swasta, semuanya harus mendapatkan perhatian yang sama. Yang penting anak-anak NTB bisa tumbuh sehat, cerdas, dan punya masa depan yang baik,” tegasnya.
Sebelum melanjutkan agenda di Desa Berdaya Padasuka, Gubernur juga menyerahkan bantuan sembilan ekor kambing kurban, terdiri dari tujuh ekor untuk desa dan dua ekor untuk masjid setempat. (*)













