Kota Bima, Katada.id- Kota Bima kembali menggelar Festival Rimpu Mantika. Kegiatan itu diperuntukan sebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Event tahunan ini tidak hanya menampilkan kekayaan tradisi, tetapi juga menjadi pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat.
Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin, mengatakan festival ini dirancang sebagai ruang integrasi antara pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi. Menurut dia, rimpu—busana tradisional perempuan Bima—memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
“Festival ini membuktikan bahwa budaya bisa menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat,” ujarnya saat membuka acara di Museum Asi Mbojo, Jumat (24/4).
Ia menjelaskan, penyelenggaraan tahun sebelumnya menunjukkan peningkatan kunjungan yang berdampak pada okupansi penginapan, transportasi lokal, serta penjualan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kondisi ini menjadi dasar penguatan festival sebagai agenda ekonomi daerah.
Pada tahun ini, Pemerintah Kota Bima melibatkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Bima untuk memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan festival. Kolaborasi tersebut diarahkan pada inovasi pengelolaan, promosi, hingga pengembangan produk kreatif berbasis budaya.
Politisi Demokrat itu menambahkan bahwa rimpu tidak hanya menjadi simbol identitas perempuan Bima, tetapi juga representasi nilai budaya yang relevan di tengah modernisasi. Partisipasi masyarakat dalam mengenakan rimpu dinilai sebagai bentuk penguatan identitas sekaligus promosi budaya.
Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Dinda Dhamayanti Putri, menilai Festival Rimpu Mantika memiliki peran strategis dalam mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah. Ia berharap kegiatan ini dapat terus dikembangkan agar memberi dampak berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategi Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Abdul Malik, menyebut festival ini sebagai peluang ekonomi yang perlu dijaga konsistensinya. Terutama dalam mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal dan generasi muda.
Ke depan, Festival Rimpu Mantika diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga berkembang sebagai ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan daya saing Kota Bima di tingkat nasional maupun global. (*)













