Lombok Utara, Katada.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, stabilitas harga pangan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mulai menjadi sorotan serius. Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD KLU, Ardianto, memberikan peringatan keras kepada Pemda agar tidak lengah dalam menjaga denyut nadi ekonomi masyarakat.
Ardianto menyoroti tren kenaikan harga yang mulai merangkak naik. Salah satu paling mencolok adalah komoditas cabai rawit yang kini menyentuh angka Rp 85.000 per kilogram. Menurutnya, jika tidak segera diintervensi, komoditas lain seperti beras, minyak goreng, telur, hingga daging ayam akan segera menyusul mengikuti hukum pasar.
“Pemerintah harus mampu mengendalikan dan menstabilkan harga bahan pokok agar tetap terkendali. Jangan sampai masyarakat terbebani di tengah khidmatnya menjalankan ibadah,” tegas Ardianto, Selasa (10/02/2026).
Sebagai Anggota Komisi I DPRD KLU, ia mendesak jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Ketahanan Pangan—untuk meninggalkan zona nyaman dan segera turun ke lapangan.
Menurutnya ada tiga langkah strategis yang harus segera dilakukan sekarang ini. Yakni operasi pasar dan pasar murah, ini merupakan solusi instan untuk menekan harga di tingkat konsumen. Kemudian melakukan pengawasan jalur distribusi, guna memastikan tidak ada penimbunan atau hambatan pasokan dari distributor ke pasar tradisional.
“Serta sinergi lintas sektor, mengingat KLU adalah daerah pariwisata, pergerakan harga cenderung lebih dinamis dan cepat dibanding daerah lain,” sambungnya.
Ardianto menekankan bahwa stabilitas harga bukan sekadar angka statistik, melainkan kunci menjaga daya beli masyarakat. Di daerah berbasis pariwisata seperti Lombok Utara ini, inflasi kecil saja bisa berdampak luas pada sektor jasa dan konsumsi rumah tangga.
Ia berharap sinergi antar-instansi dapat diperkuat demi memastikan warga Lombok Utara bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang, tanpa dihantui kecemasan akan harga dapur yang mencekik. (ham)













