DPRD NTB Minta Polisi Telusuri Peran Kadis Dikbud dalam Kasus OTT Kabid SMK

0
Anggota DPRD NTB Aminurlah. (Istimewa)

Mataram, katada.id – Anggota DPRD NTB M Aminurlah meminta penyidik Satuan Reskrim Polresta Mataram menelusuri peran pihak lain dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) Kabid SMK Dinas Dikbud NTB Ahmad Muslim.

Anggota Komisi III DPRD NTB M Aminurlah mendesak polisi mengusut tuntas dugaan gratifikasi di Dinas Dikbud NTB. Termasuk dugaan keterlibatan pihak lain.

”Bagus yang dilakukan aparat ini, tapi bukan sebatas hanya Kabid SMK saja, tapi Kabid SMA, PPK Bidang SMA, Kadis Dikbud maupun yang lain juga harus dikembangkan,” desaknya kepada wartawan, Senin (16/12).

Politisi PAN ini menduga Ahmad Muslim tidak mungkin bekerja sendirian tanpa ada arahan dari atasan. ”Dalam birokrasi ini, tidak mungkin kabid atau bawahan berani tanpa instruksi dari atasan,” duga pria yang akrab disapa Maman.

Maman juga meminta polisi menelusuri peran Kepala Dinas (Kadis) Dikbud NTB Aidy Furqan dan dugaan keterlibatan oknum pejabat penting di pemprov NTB. ”Kadis juga ini harus diselidiki, apa yang menjadi kebijakannya,” katanya.

Mengenai pernyataan Kadis Dikbud yang merasa malu dan shok atas OTT Kabid SMK ini, Maman meminta kadis untuk tidak bermakna drama. ”Gak usah bermain-main lah, gak usah drama,” ujarnya

DPRD NTB Dapil Bima, Kota Bima dan Dompu ini mengungkapkan bahwa hampir semua pengerjaan proyek sekolah yang berasal dari DAK belum tuntas. Sebagian pekerjaan masih berkutat pada fondasi, ada pula yang sedang membongkar ruangan yang direhab. ”Hampir semua proyek ini belum ada tuntas, baik di bidang SMA, termasuk SMK juga,” ujar dia.

Menurut Maman, hal ini disebabkan carut marutnya penunjukan kontraktor yang mengerjakan proyek di sekolah. Sehingga berimbas pada terhambatnya progres pengerjaan di lapangan. ”Tidak mungkin ada masalah di lapangan, kalau tidak ada masalah dari mulainya,” kata Maman.

Menurutnya, Dinas Dikbud perlu dikelola orang-orang berkualitas, agar pembangunan infrastruktur dunia pendidikan berkualitas pula. ”Kalau tidak tuntas Desember ini, maka harus segera dicopot Kadis Dikbud,” tegasnya.

Sebagai informasi, Ahmad Muslim ditangkap usai menerima uang dari kontraktor Rp 50 juta. Uang puluhan itu berkaitan dengan proyek dana alokasi khusus (DAK) di SMKN 3 Mataram. (rl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here