Scroll untuk baca artikel
Politik

Komisi III DPRD NTB Harap Calon Pengurus Direksi Bisa Mengurai Benang Kusut PT. GNE

×

Komisi III DPRD NTB Harap Calon Pengurus Direksi Bisa Mengurai Benang Kusut PT. GNE

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi (kiri) dan Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah. (istimewa)

Mataram, katada.id – Sebanyak 12 nama kandidat pengurus PT. Gerbang NTB Emas (GNE) sudah diserahkan tim pansel ke meja Gubernur NTB.

‎Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi mengatakan harapannya agar mereka yang terpilih sebagai direksi punya pashion, punya basic pengalaman yang mumpuni memaksimalkan PT. GNE ini sebagai instrumen pembangunan.

‎”Karena selama ini GNE ada masalah, mudah – mudahan ada kepengurusan baru. Bisa mengurai benang kusut yang selama ini melilit GNE,” kata politisi PKS ini saat diwawancarai wartawan, Senin (23/2).

‎Kaitan dengan lini bisnis, Sambirang menjelaskan pihaknya hal itu tergantung arahan Gubernur NTB. Menurutnya, berdasarkan arahan orang nomor satu di bumi gora sebelumnya bisnis PT. GNE harus fokus di bidang material konstruksi.

‎”Karena kalau soal bisnis nanti kita lihat karena kalau arahan gubernur mereka di minta satu bisnis yang mereka kuasai,” jelasnya.

‎Sambirang menepis kaitan deviden PT. GNE nol rupiah. Ia menjelaskan deviden tidak diserahkan karena terblokir akibat tidak bayar pajak.

‎”Tidak nol, deviden tidak bisa diserahkan. Karena tidak bisa RUPS karena terblokir. Terblokir karena tidak bayar pajak. Utang lama turun temurun,” jelasnya.

‎Karena itu, Gubernur NTB menyuntikan dana sebanyak 8 miliar untuk menyehatkan PT. GNE sehingga bisa melakukan RUPS. Ia mengatakan Perseroan Terbatas (PERSERODA) dengan kepemilikan Saham 100% oleh Pemprov NTB ini dalam sebulan bisa menghasilkan 300 juta.

‎”Kedepan kita berharap deviden harus tetap diserahkan,” harap dia.

‎Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah berharap tata kelola PT. GNE harus di ubah.

‎”Manajemen harus dirubah. Keuangannya harus di rubah sistemnya harus di ubah, prosedur harus diubah, operasionalnya harus dirubah,” terang politisi PAN ini.

Harap GNE Bergerak di Bidang Paling Berkontribusi Ekonomi Rakyat.

‎Mantan anggota DPRD Bima ini mengatakan kurang tepat jika PT. GNE berfokus di Paving. Menurutnya keberadaan PT. GNE harus memberikan kontribusi terhadap masyarakat.

‎”Kurang tepat menurut saya pribadi. Harus ada ide lain bagaimana usaha GNE ada di pertanian, perikanan, ada di peternakan. Itu kan harus,” jelasnya.

‎Lebih lanjut Politisi PAN itu menegaskan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) NTB angka tertinggi disumbang dari sektor pertanian, perkebunan dan perikanan serta peternakan memberikan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi kita.

‎”Disitulah harusnya lini bisnis yang GNE lakukan. Tujuan ada BUMD untuk mensejahterakan masyarakat. Kita ini memberikan PDRB paling tinggi pertanian, perikanan dan perkebunan,” tegas dia.

‎Alasan lain, menurutnya dengan program prioritas presiden Prabowo Subianto lewat Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih (KMP) harus di sokong oleh Pemerintah Daerah dengan hasil bumi NTB.

‎”Bagaimana membicarakan kesejahteraan masyarakat bukan untuk keuntungan saja,” jelasnya. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *