Scroll untuk baca artikel
Daerah

Lapangan Pengganti Mirip “Kubangan”, Artadi Desak Pemda KLU Tanggung Jawab Nasib Klub Bola se Kecamatan Tanjung

×

Lapangan Pengganti Mirip “Kubangan”, Artadi Desak Pemda KLU Tanggung Jawab Nasib Klub Bola se Kecamatan Tanjung

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD KLU dari Fraksi Gerindra, Artadi

Lombok Utara, Katada.id – Alun-Alun Tanjung kini memang tampil megah, namun di balik kemolekannya terselip duka bagi para penggiat olahraga. Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (Pemda KLU) diminta bertanggung jawab atas janji penyediaan lapangan pengganti setelah Lapangan Super Semar Tanjung dialihfungsikan menjadi alun-alun.

Anggota DPRD KLU dari Fraksi Gerindra, Artadi, menyuarakan kritik tajam setelah mendapati lapangan pengganti di belakang kantor PLUT UMKM KLU dalam kondisi memprihatinkan dan belum layak digunakan.

Menurut Artadi, lokasi lapangan pengganti tersebut memiliki cacat teknis sejak awal. Lokasinya yang rendah dan merupakan bekas lahan sawah membuatnya berubah menjadi kubangan saat musim hujan tiba.

“Lokasinya tidak bisa dipakai. Tanahnya rendah, jadi air dari kampung-kampung sekitar masuk semua ke lapangan. Akibatnya becek dan tidak layak untuk latihan,” tegas Artadi kepada media, Rabu (21/1/2026).

Kondisi ini membuat klub-klub sepak bola se-Kecamatan Tanjung kehilangan rumah untuk mengasah kemampuan. Ironisnya, demi bisa tetap berlatih, para atlet terpaksa harus bergotong royong dan patungan secara swadaya untuk memperbaiki lapangan tersebut tanpa bantuan Pemda.

Tak hanya sepak bola, Artadi juga menyoroti nasib cabang olahraga lain seperti voli dan futsal yang ikut tergusur. Ia menilai Pemda seharusnya tidak melakukan pembongkaran sebelum fasilitas pengganti benar-benar siap pakai.

“Kasihan klub-klub ini, harusnya lapangan di Sokong itu siapkan dulu, baru lapangan lama diubah fungsi. Sekarang mereka mau latihan tapi tidak ada tempat,” cetusnya.

Artadi memberikan solusi agar Pemda memanfaatkan lahan luas di belakang kantor PLUT sebagai Sport Center Terpadu. Ia meyakini lahan tersebut cukup untuk membangun berbagai fasilitas dalam satu titik. Baik itu Lapangan Sepak Bola dan Mini Soccer, Lapangan Voli & Futsal juga Lapangan Tenis.

Ia memperingatkan Pemda agar tidak menutup mata terhadap kebutuhan generasi muda akan fasilitas olahraga. Baginya, pembangunan alun-alun tidak boleh mengorbankan pembinaan atlet lokal.

“Tanah di belakang PLUT itu sangat luas, jika dikelola dengan benar, olahraga bisa terpusat di satu tempat. Pemda harus segera bergerak, jangan biarkan klub olahraga kita urunan terus untuk memperbaiki fasilitas publik,” pungkasnya. (ham)

 

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *