Scroll untuk baca artikel
Daerah

Menu MBG Soromandi Dinilai Tak Sehat, Warga Soroti Dominasi Makanan Instan

×

Menu MBG Soromandi Dinilai Tak Sehat, Warga Soroti Dominasi Makanan Instan

Sebarkan artikel ini
Penampakan Paket MBG Soromandi

Bima, katada.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kecamatan Soromandi, Kabupaten Bima, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Menu makanan yang diterima sekolah dinilai jauh dari standar gizi seimbang dan tidak sejalan dengan tujuan utama program pemenuhan nutrisi.

Sorotan tersebut mencuat setelah unggahan akun Facebook Suryani Sulaiman Yasin, warga Desa Wadukopa, Kecamatan Soromandi, yang mempertanyakan kualitas menu MBG yang dibagikan kepada sasaran penerima, Selasa (20/1/2026).

“Katanya makanan bergizi, tapi instan. Kan tidak sehat. Bagaimana ibu hamil, ibu menyusui, dan balita mengonsumsi makanan seperti ini,” tulis Suryani dalam unggahannya, sembari memperlihatkan foto paket menu MBG.

Dalam unggahan tersebut terlihat paket makanan hanya berisi mie goreng instan dengan sedikit irisan sayuran, camilan gorengan dan kerupuk, satu tusuk sosis dengan bakso kecil, serta satu buah salak. Komposisi itu dinilai tidak proporsional, minim protein utama, dan didominasi makanan olahan.

Saat dikonfirmasi katada.id, Suryani menegaskan bahwa menu tersebut memang didistribusikan pada hari yang sama.

“Menu hari ini,” tegasnya singkat.

Menu MBG tersebut diduga berasal dari Gerai MBG Lewintana II yang berlokasi di Desa Lewintana, Kecamatan Soromandi. Gerai ini sebelumnya diresmikan oleh Wakil Bupati Bima dan dihadiri sejumlah pejabat TNI-Polri serta pengelola MBG dari Yayasan Peduli Umat pada 6 Desember 2025 lalu.

Saat peresmian, Wakil Bupati Bima Irfan Zubaidy menekankan bahwa dapur MBG harus memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi anak sekolah. Ia juga mengingatkan pengelola agar berhati-hati dalam pengolahan makanan, terutama dalam jumlah besar.

“Perhatikan faktor higienis dan jangan sampai ada keteledoran, karena ada potensi kontaminasi kuman dan lain sebagainya,” ujarnya saat itu.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola MBG belum memberikan keterangan resmi terkait sorotan masyarakat terhadap menu yang dinilai tidak memenuhi prinsip gizi seimbang tersebut. (*)Pr

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *