Scroll untuk baca artikel
BeritaDaerahNasional

Serap Aspirasi Komunitas, Mirah Midadan Fahmid Tekankan Ekosistem Literasi Berkelanjutan

×

Serap Aspirasi Komunitas, Mirah Midadan Fahmid Tekankan Ekosistem Literasi Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
Anggota DPD RI Mirah Midadan Fahmid ({stimewa)

Mataram, Katada.id – Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, melakukan pertemuan dengan komunitas literasi sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca dan memperluas akses pengetahuan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung pekan lalu tersebut, Mirah berdialog langsung dengan para pegiat literasi untuk menyerap berbagai aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Sejumlah persoalan yang mengemuka antara lain keterbatasan bahan bacaan, minimnya fasilitas pendukung, hingga rendahnya minat baca di sejumlah wilayah.

Menurut Mirah, forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan yang konstruktif antara pemangku kepentingan dan komunitas literasi berbasis masyarakat.

“Ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mendengar langsung pengalaman dan tantangan yang dihadapi komunitas dalam menggerakkan literasi di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan literasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, komunitas, dan sektor pendidikan guna menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Selain itu, Mirah juga mengapresiasi berbagai inisiatif komunitas yang tetap aktif menghadirkan ruang belajar alternatif, khususnya bagi generasi muda, di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

“Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia berharap, melalui pertemuan tersebut, perhatian terhadap penguatan literasi di daerah semakin meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan.

Katada.id – Anggota DPD RI, Mirah Midadan Fahmid, melakukan pertemuan dengan komunitas literasi sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya membaca dan memperluas akses pengetahuan di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung pekan lalu tersebut, Mirah berdialog langsung dengan para pegiat literasi untuk menyerap berbagai aspirasi dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Sejumlah persoalan yang mengemuka antara lain keterbatasan bahan bacaan, minimnya fasilitas pendukung, hingga rendahnya minat baca di sejumlah wilayah.

Menurut Mirah, forum tersebut menjadi ruang bertukar gagasan yang konstruktif antara pemangku kepentingan dan komunitas literasi berbasis masyarakat.

“Ini menjadi ruang yang sangat penting untuk mendengar langsung pengalaman dan tantangan yang dihadapi komunitas dalam menggerakkan literasi di tingkat akar rumput,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa penguatan literasi membutuhkan kolaborasi yang erat antara pemerintah, komunitas, dan sektor pendidikan guna menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan.

Selain itu, Mirah juga mengapresiasi berbagai inisiatif komunitas yang tetap aktif menghadirkan ruang belajar alternatif, khususnya bagi generasi muda, di tengah berbagai keterbatasan yang ada.

“Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan berpikir kritis. Ini menjadi fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing,” tegasnya.

Ia berharap, melalui pertemuan tersebut, perhatian terhadap penguatan literasi di daerah semakin meningkat, sekaligus mendorong terwujudnya pembangunan sumber daya manusia yang unggul melalui gerakan literasi yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *